<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578</id><updated>2011-10-03T18:34:25.481-07:00</updated><category term='Hindu dalam gambar'/><title type='text'>HINDU BALI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-2560349841703723545</id><published>2010-08-10T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T19:41:21.494-07:00</updated><title type='text'>JAPAMALA ATAU TASBIH Menurut ajaran HINDU</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Om Swastyastu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAPAMALA dikenal secara umum sebagai Tasbih, antara lain digunakan oleh umat Islam, Kristen, Budha, dan Hindu. Untuk agama lain saya tidak membahasnya karena saya tidak tahu, sedangkan untuk Hindu, sumber sastranya : Kalika Purana dan Sanatkumara Samhita, diuraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAPAMALA terdiri dari dua kata induk Bahasa Sanskrit yaitu : JAPA dan MALA. Japa adalah pengulangan mantra suci selama beberapa kali. Mala adalah butir-butir yang dirangkai dengan benang kapas. Jadi Mala yang digunakan untuk ber-Japa disebut JAPAMALA. Perkataan Japa juga terdiri dari dua kata pokok yaitu JA artinya menghancurkan siklus kelahiran dan kematian (samsara/purnabhawa), dan PA artinya menghancurkan segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir-butir mala sebanyak 108 biji. Jika dirasa terlalu panjang bisa dipendekkan menjadi 54 atau 27 biji yaitu setengah dan seperempat dari 108. Mengenai penggunaan angka 108 ada dua versi yaitu : 1) Mitologi Bhagawan Walmiki yang ketika masih walaka bernama Ratnakara pernah merampok 108 Pendeta, namun ketika akan menganiaya Pendeta yang ke 109 yang ternyata penyamaran Dewa Siva, Ratnakara menjadi sadar dan bertobat, kemudian beliau disuruh ber-Japa selama 100 tahun. Setelah masa itu lampau, Ratnakara disudhi menjadi Bhagawan Walmiki. Jadi angka 108 dalam hal ini adalah tonggak kesadaran dan permohonan ampun atas dosa-dosa yang lalu. 2) Angka 108 adalah unik dan sakral, karena jika dijumlahkan : 1+0+8 = 9, setengahnya : 5+4 = 9, seperempatnya " 2+7=9. Angka 9 adalah angka tertinggi, dan angka 9 juga menunjukkan kedudukan Hyang Widhi dalam lingkaran arah mata angin : Timur (Purwa) sebagai Ishwara, Tenggara (Agneya) sebagai Mahesora, Selatan (Daksina) sebagai Brahma, Barat daya (Nairity) sebagai Rudra, Barat (Pascima) sebagai Mahadewa, Barat laut (Wayabya) sebagai Sangkara, Utara (Uttara) sebagai Wisnu, Timur laut (Airsaniya) sebagai Sambhu, dan Tengah-tengah sebagai Siwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan biji-biji Mala ada bermacam-macam, diurutkan mulai dari yang paling tinggi nilai hasiat dan manfaatnya :&lt;br /&gt;1) Simpul rumput kusa (ilalang), Tulasi, dan Rudraksa (cendana).&lt;br /&gt;2) Emas,&lt;br /&gt;3) Biji bunga teratai,&lt;br /&gt;4) Kristal dan Mutiara,&lt;br /&gt;5) Permata,&lt;br /&gt;6) Batu mulia (akik),&lt;br /&gt;7) Kulit kerang,&lt;br /&gt;8) Biji pohon Putrajiva.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian ada penggunaan biji-biji untuk pemujaan khusus. Japamala dari gading gajah, untuk pemujaan Ganesa, dari pohon Tulasi untuk pemujaan Visnu, dari Rudraksa untuk pemujaan Devi Kali dan Siva, dari simpul rumput Kusa untuk menghancurkan segala dosa, dari biji pohon Purtajiva untuk mohon memperoleh anak/keturunan, dari Kristal untuk memenuhi semua keinginan, dari batu karang untuk mohon kekayaan. Yang perlu diperhatikan agar tidak mencampur berbagai biji-bijian dalam satu Japamala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang yang digunakan merangkai biji-biji adalah benang dari kapas karena memenuhi empat kegunaan yaitu menuju : Dharma, Arta, Kama, dan Moksa. Manfaat warna benang : putih memberi kedamaian, merah menarik pengaruh, kuning memberi perlindungan, dan hitam memberi kekayaan duniawi dan spiritual. Jadi keempat warna benang kapas itu dapat dipilin disatukan untuk merangkai biji-biji menjadi Japamala. Jika hanya menggunakan satu warna, putih untuk para Pendeta, kuning untuk prajurit, hitamuntuk pengusaha, dan merah untuk semua profesi. Bentuk Japamala hendaknya seperti ekor sapi atau ular, artinya luwes, tidak kaku. Untuk itu maka jarak antar biji agar sedikit renggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensucikan Japamala dengan menggunakan Pancagavya, yaitu campuran : susu, sari susu, madu, gula dan air. Agar tidak lengket, porsi air dapat lebih dibanyakkan. Puja Mantra setelah mencuci Japamala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OM HRAM MAM JAPAM GRHNI SVAHA SAT PRAYOJANAM DEHI, OM HRAM MAM DHYANAM GRHNI SVAHA SAT PRAYOJANAM DEHI, OM HRAM MAM YOGAM GRHNI SVAHA SAT PRAYOJANAM DEHI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan Japamala : lingkarkan di tiga jari tangan kanan : tengah, manis dan kelingking. Telunjuk tegak lurus. Ibu jari mendorong satu persatu biji setiap ucapan satu bait mantram. Jika sudah bertemu "Mudra" (biji pembatas rangkaian) maka Mudra tidak boleh dilewati. Gerakan ibu jari kemudian menarik satu persatu biji, sampai ketemu Mudra lagi, seterusnya mendorong lagi, sampai genap ucapan mantram 108 kali (bait).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantram yang paling tepat digunakan adalah Gayatri Mantram atau Maha Mantra yang hanya satu bait, terdiri dari empat baris kalimat, disebut Vaidika Gayatri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OM BHUR BHUVAH SVAH, TAT SAVITUR VARENYAM, BHARGO DEVASYA DHIMAHI, DHIYO YO NAH PRACODAYAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Narayana Upanisad ada 20 jenis Mantra Gayatri, yaitu : Ganesa, Narasimha, Narayana, Mahalaksmi, Kali, Brahma, Hamsa, Agni, Surya, Durga, Hiranyagarbha, Rudra, Aditya, Garuda, Nandi, Sanmukha, Candra, Yama, Prthivi, dan Hayagriva. Dapat juga menggunakan mantra lain sesuai dengan tujuan/keinginan. Misalnya untuk para pengusaha (bisnis) ber-Japa dengan Mantra : OM A VISVANI AMRTA SAUBHAGANI (Rgveda V. 76. 5). Artinya : Hyang Widhi, yang Maha pemurah, anugrahkanlah segala keberuntungan yang memberikan kebahagiaan kepada kami. Cara ber-Japa yang baik adalah sikap duduk dengan Padmasana, Silasana, atau Bajrasana, punggung dan leher/kepala tegak, mata memandang ujung hidung. Dalam keadaan darurat ber-Japa dapat dilakukan dengan duduk biasa di korsi (misalnya di pesawat, bus, kereta api, mobil, dll), dengan tidur (ketika sakit) dan sambil berjalan (misalnya tersesat di hutan atau sedang berjalan kaki dalam jarak jauh). Saran saya, akan sangat baik dan bermanfaat anda selalu membawa Japamala di saku, atau tas anda, sehingga jika ada waktu lowong, setiap saat bisa ber-Japa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dahulu, semoga ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Santi, santi, santi, Om&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi,&lt;br /&gt;Geria Tamansari Lingga Ashrama, Jalan Pantai Lingga, Banyuasri, Singaraja, Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: milis HDnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-2560349841703723545?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/2560349841703723545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=2560349841703723545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2560349841703723545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2560349841703723545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2010/08/japamala-atau-tasbih-menurut-ajaran.html' title='JAPAMALA ATAU TASBIH Menurut ajaran HINDU'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-342662810189781509</id><published>2010-01-03T04:34:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T04:36:40.155-08:00</updated><title type='text'>Kali Yuga</title><content type='html'>Tahun 2012 Bukan Hari Kiamat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tetua dari Suku Maya, Apolinario Chile Pixtun kerap diberikan pertanyaan bertubi-tubi seputar 'Kiamat 2012" dimana menurut kalender Maya pada 21/12/2012 dunia akan berakhir. Namun, dengan tegas dia menepis pernyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melansir pemberitaan Association Press, Selasa (13/10) diberitakan, tetua dari suku Maya ini merasa gerah dengan pernyataan tersebut. Terlebih-lebih dengan bakal munculnya film buatan Hollywood "2012" yang menggambarkan berbagai bencana menghantam Bumi termasuk gempa besar, meteor dan tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chile Pixtun yang keturunan suku Maya Guatemala menegaskan, sejumlah teori terkait peristiwa 2012 itu adalah pernyataan yang dilontarkan orang Barat sendiri dan bukan dari suku Maya. Dia membenarkan bahwa menurut suku Maya, perhitungan kalender akan berakhir pada 21/12/2012. Akan tetapi, itu bukanlah akhir dari segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada serupa juga dilontarkan Jose Huchim, arkeolog Yucatan Maya, "Sewaktu saya pergi ke sejumlah komunitas suku Maya dan bertanya kepada mereka apa yang akan terjadi pada tahun 2012, mereka sama sekali tidak tahu. Kemudian, ketika saya menyatakan bahwa dunia akan kiamat. Mereka tidak memercayainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Maya yang tercatat dari tahun 300 Masehi hingga 900 Masehi memiliki kemampuan astronomi yang luar biasa. Kalender mereka dimulai dari tahun 3114 SM menandai periode 394 tahun yang dikenal dengan nama Baktun. Angka 13 dianggap sakral oleh suku ini dan Baktun ke-13 berakhir sekitar 21 Desember 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu tahun 3114 SM juga dianggap tahun yang akurat. Sebab, pada tanggal 13 Agustus 3113 Sebelum Masehi (SM) secara tepat dan akurat dikatakan sebagai awal dari peradaban manusia di bumi. Karena diperkirakan Dinasti Mesir I tercatat kira-kira pada 3100 SM, dan kota pertama, Uruk, di Mesopotamia, juga berdiri sekitar tahun 3100 SM. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Angka ini juga bersamaan dengan berdirinya kerajaan Hindu Kali Yuga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menarik adalah, pembagian waktu menjadi 24 jam dari setiap 60 menit dan setiap menit menjadi 60 detik, termasuk satu buah lingkaran penuh adalah 360 derajat, juga ditemukan kira-kira 3100 SM, di Sumeria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Stuart, spesialis epigrafi Maya di University of Texas mengungkapkan, "Tanggal 21 Desember 2012 adalah peringatan penciptaan khusus. Suku Maya tidak pernah mengatakan dunia akan berakhir pada masa itu. Mereka juga tidak mengatakan hal-hal buruk atau bencana yang bakal terjadi pada hari itu. Mereka hanya mencatat peringatan Monumen Enam."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-342662810189781509?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/342662810189781509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=342662810189781509&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/342662810189781509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/342662810189781509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2010/01/kali-yuga.html' title='Kali Yuga'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-1446521651100672361</id><published>2009-09-02T17:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T17:34:08.938-07:00</updated><title type='text'>Proses Reproduksi yang baik dan terkendali</title><content type='html'>Dalam proses reproduksi atau pembuatan anak perlu diperhatikan waktu yang dibenarkan dan yang dilarang oleh ajaran agama Hindu atau yang pas untukmewujudkan keinginan punya anak laki atau perempuan. Posisi tubuh atau gaya bermain kedangkalan penting diperhatikan terutama untuk pasangan yang mengalami kesulitan punya anak. Namun sejauh itu Weda belum mengatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami waktu yang dilarang dan dibenarkan sangat diperlkan bila ingin mendapatkan anak suputra sadhu gunawan,karena lontar Pameda smara menyatakan sbb: Yan asanggama ring istri wenang pilihan rahinane sane kinucapayu, riwekasan yan adue anak lanang istri pahalanya dirgayusa tur saidep warah yukti,tan angambekaken dursile, tan langgana, tuhu ring karya, bhakti ring guru. Mangkana kapanggih de sang aniti brata yukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: bila meggauli istri pada hari yang baik, maka bilananti punya anak akan diperoleh anak yang panjang umur, penurut, tidak nakal, tekun bekerja, hormat pada guru atau orang tua. Itulah yang didapat oleh orang yang mampu mengendalikan diri dalam menggauli istrinya. Dibandingkan dengan Kitab suci Sarasamuccaya dan Pamedasamara, Veda Smrti tidak banyak menetapkan hari – hari terlarang. Misalnya Dalam Weda Smrti III. 45-47 hanya menetapkan larangan menggauli istri pada saat menstruasi yang lamanya lebih kurang empat hari dan purwani yaitu sehari sebelum purnama atau sehari sebelum tilem.Khusus untuk kaum brahmana, agar tetapterjagakesuciannya dilarang menggauli istri pada bulan purnama (poornima) dan pada hari pertama, kedelapan dan keempat belas setelah bulan mati ( tilem/amavasya). Demikian dalam Weda Smrti IV. 128.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Suci Sarasamuccaya Sloka 225 menetapkan hari terlarang untuk kaum brahmana lebih banyak yaitu pada bulan purnama ,tilem, hari kedelapan dan keempat belas setelah tilem maupun setelah pernama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rontal Pamedasmara menetapkan hari terlarang lebih banyak lagi dan berlaku untuk umum kepada siapa saja yaitu; purnama, tilem, purwani, hari wetonan, kala ngruda, kala mrtyu, minggu wage, selasa paing, selasa wage, rabu kliwon, kemis pahing dan sabtu kliwon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga cara mendapatkan anak itu laki dan atau perempuan Veda menandaskan beberapa hal seperti dalam Veda Smrti III.48 membrikan petunjuk: Bila ingin mendapatkan anak laki campurlah pada hari genap,bila ingin anak perempuan campurlah pada hari ganjil ( yugmasu putra jayante, striyo yugmasu ratrisu, tasmad yugmasu putrathi samwice dartawe striyam). Catatan: Tanggal satu ganjil dihitung saat mulai menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kedokteran modern, seleksi jenis kelamin melalui teknik rekayasa genetic adalah cara yang paling tepat dan akurat, namun cara ini relatif mahal. Berikut ini disampaikan tip cara murah yang bisa membantu mendapatkan anak laki atau perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bila ingin mendapatkan anak laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Bilaslah kemaluan sesaat sebelum berhubungan intim dengan larutan alkalis yang dibuat dari 2 sendok teh baking soda yang dicampurkan kedalam segayung aqua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Lakukan hubungan intim pada saat atau menjelang ovulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Usahakan supaya istri lebih dulu orgasme bila mungkin orgasme beberapa kali, sebelum pihak laki ejakulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Arahkan sperma sedekat mungkin dengan dengan mulut rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Perbanyak makan makanan yang mengandung kalium, natrium misalnya daging, jeruk,pisang,air kelapa, kentang, garam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Bila ingin anak perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Bilaslah kemaluan sesaat sebelum berhubungan intim dengan larutan bersifat asam yang dibuat dari 1 sendok cuka putih dicampurkan kedalam segayung aqua hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Lakukan hubungan intim pada kira-kira 4 pertama setelah ovulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Usahakan supaya istri menunda orgasme ketika pihak laki sudah ejakulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Semprotkan airmani dekat pintu vagina jauh dari mulut rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;™ Pasangan suami istri harus banyak makan makanan yang mengandung kalsium, magnesium misalnya: susu, yogurt, kacang-kacangan, dan sayur, serta mengurangi makan garam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Perawatan dan pendidikan anak yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan anak dalam Hindu berarti perawatan badan anak seutuhnya yang meliputi trisarira dan triguna. Trisarira terdiri dari anggasarira atau Stula sarira yaitu badan kasar, sukma sarira yaitu badan halus yang memberi kesadaran kepada manusia, terdiri dari cita, budhi dan ahamkara. Sedangkan anantakarana sarira adalah atman. Triguna adalah sattwam, rajas, tamas. Satwam adalah watak yang menyebabkan perilaku sabar,hormat,penuh cinta kasih,rela berkorban, penolong, pemaaf. Rajas adalah watak yang menyebabkan perilaku serba cepat,energetic dan mudah marah. Tamas adalah watak yang menyebabkan perilaku yang serba lambat, malas ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara badan dan jiwa terdapat kaitan yang sangat erat.Pepatah Yunani kuno mengatakan mensana in corpore sano. Artinya jiwa sehat terdapat dalam badan yang sehat. Bila dikaji dari filsafat Samkya kaitan erat ini bila dimengerti karena jiwa dan badan keduanya berasal dari Purusa dan Prakerti yang membentuk 25 unsur yang sama- sama menjadi unsure pembentuk jiwa maupun badan. Menurut filsafat Samkya pula, dalam Prakerti- yang merupakan unsure kosmik pembentukan manusia-terdapat triguna yang merupakan unsure perwatakan yang memberi warna tingkah laku manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pemahaman unsure-unsur yang membentuk manusia seutuhnya maka bila berbicara mengenai perawatan anak tidak cukup hanya perawatan kesehatan fisik dan mental/jiwa tetapi juga perawatan atman untuk mewujudkan atma hita. Perawatan kesehatan fisik meliputi pemberian makanan bersih, suci,bukan sisa orang, bergisi dan seimbang, cukup olahraga, dan lingkungan yang aman, nyaman dan memungkinkan tumbuh dan berkembang secara optimal. Atmahita karana meliputi kegiatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Garbhadhana, yaitu upacara ketika mulai diketahui sudah ada konsepsi pembuahan yaitu bertemu dan bersatunya kama bang dan kama petak atau telur (ovum) yang merupakan bibit dari pihak perempuan dan bibit dari pihak laki (sperma ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Punsavana, upacara 3 bulan kandungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Simantonnayana, upacara 6 bulan kandungan , di Bali disebut magedong-gedongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Upacara Jatakarma ketika lahir. Untuk anak laki dilakukan sebelum talipusar dipotong (Weda Smrti II,29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Namakarana atau namadheya: Menurut Weda Smrti II.30 upacara pemberian nama dilakukan pada usia 10-12 hari atau pada hari lain yang dianggap baik. Nama harus disesuaikan dengan wangsa.Untuk wanita namanya harus mengandung arti penghormatan, sederhana dan tidak menakutkan. Semuanya ini diatur dalam Veda Smrti II.31-33.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Niskramana: upacara pada usia empat bulan dimana bayi sudah boleh dibawa kelur rumah atau menyentuh (Weda Smrti II.34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Annprasana: upacara 6-7 bulan dimana bayi pertama kali diajarkan makan (Weda Smrti II. 3-4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Cundakarma : upacara potong rambut pertama, dilakukan untuk memperoleh kebajikan spiritual. Dilakukan pada usia 1-3 tahun (3 tahun bagi orang-orang dwijati, Smrti II.35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Upanayana : upacara mengawali belajar secara formal. Menurut Weda Smrti II. 36,upacara ini dilakukan pada tahun kedelapan setelah pembuahan bagi kaumbrahmana, tahun kesebelas bagi kaum Ksatriya, tahun kedua belas bagi Waisya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Samawartana ; upacara setelah menyelesaikan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Wiwaha: upacara perkawinan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di India selain upacara tersebut diatas masih ada lagi upacara tambahan yaitu upacara tindik kuping (Karnawedha) pada usia 3 tahun dan upacara Weda ramba : upacara mulai belajar weda pada usia 5 tahun bagi kaum brahmana. Di Bali ada upacara mepandes atau upacara potong gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua upacara tersebut di atas dilakukan sebagai rangkaian pensucian untuk membersihkan kotoran yang melekat pada diri anak yang diperoleh dari orang tua ketika dalam kandungan sekaligus mohon bimbingan dan perlindungan dari Ida Sanghyang Widhi, serta sebagai media untuk mengumpulkan sanak keluarga untuk memberikan doa restu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka perawatan fisik, perlu juga mengadopsi ilmu kedokteran modern yaitu dengan memberikan upaya pencegahan penyakit lewat program imunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya;BCG untuk mencegah TBC, Hepatitis A maupun B untuk mencegah infeksi virus Hepatitis pada Hati, DPT untuk mencegah tetanus, batuk rejan dan infeksi menyumbat tenggorokan, Polio untuk mencegah lumpuh polio, Campak untuk mencegah radang paru basah dan radang otak, MMR untuk mencegah bengok, campak Jerman dan campak bias, HIB untuk mencegah radang selaput otak, Varicella untuk menegah cacar air, Typhim atau Typa untuk mencegah tipusl.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-1446521651100672361?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/1446521651100672361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=1446521651100672361&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1446521651100672361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1446521651100672361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/09/proses-reproduksi-yang-baik-dan.html' title='Proses Reproduksi yang baik dan terkendali'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-3420886507016148251</id><published>2009-09-01T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T20:33:49.596-07:00</updated><title type='text'>Menentukan Pasangan Yang Baik</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menentukan Calon Pasangan yang baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan calon pasangan yang baik harus diamati bibit, bebet dan bobot calon pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan pengamatan bibit meliputi asal-usul calon pasangan. Hendaknya diusahakan calon pasangan berasal dari keluaga baik-baik artinya bukan dari keluarga yang gemar mabuk-mabukan, penjudi, pemarah/emosional, pembohong, pencuri, gemar memerkosa, gemar memerkosa, gemar memfitnah, penggemar black magic dan lain-lainya yang merupakan perwujudan dari sifat-sifat sadripu dan sadatatayi. Bila memungkinkan supaya diusahakan mendapatkan calon yang bisa diajak membangun keluarga Sukhinah dari kelahiran Suwargacyuta yaitu orang-orang yang berbahagia turun lahir dari sorga dengan cirri-ciri : tidak sakit-sakitan ( Arogya), disayangi oleh sesamanya (Rati), berssifat ksatrya( Curatwa), berbhakti kepada Ida Sanghyang Widhi (Dewasubhaktih), murah rejeki (kanakalabha) dikasihi oleh orang besar (Rajapriyatwa), Pembrani (Cura), bijaksana dalam segala ilmu pengetahuan (Krtawidya), peramah (Pryamwada). Kesemuanya ini adlah cirri kelahiran sorga dan penjelmaan dari orang melakukan dharma yang suci dahulunya (I Gusti Agung Oka, 1994 :24-25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan pengamatan tentang bebet atau penampilan. Hendaknya menghindari orang kelahiran Neraka cyuta dengan cirri-ciri sebagai berikut :Mandul (Anapatya), wandu (Akamarasa), mempunyai penyakit asma ( Pitti), bisu (kujiwa) berbicara tidak jelas (Clesma) dan orang berambut kemerah-merahan dan badannya cacat. Tetapi yang pantas dinikahi mempunyai nama yang pantas dan badannya tidak cacat, jalannya seperti seekor angsa, giginya kecil-kecil berbadan lembut ( I Gede Pudhja, M.A, 2002 :132-133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan pengamatan tentang bobot , ini banyak diatur dalam Canakya Nitisastra maupun dalam Weda Smrti III.7 yang menyatakan: Keluarga yang tidak hirau pada upacara suci, tidak mengerti ajaran weda /agama hendaknya dihindari untuk dijadikan calon pasangan. Salah satu susatra Veda menegaskan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akara iringngita irgatya cesta bhasitena ca;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natrawaktrawikarena jayate ca pariksitah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya seseorang harus diuji dengan melihat tampilan luarnya berupa caranya berjalan, gerakgeriknya, perbuatannya, tutur katanya ( I Gusti Agung Oka, 1993 :169)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menejemen modern hendaknya mempertimbangan pengetahuan (knowledge), ketrampilan yang dimiliki (Skill) dan tata laku kesahariannya (Attitude)nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Neraka cyuta yang dihindari dalam memilih pasangan, juga dilarang adalah masih hubungan sepupu dari keluarga Purusha, Arudaka namanya, saling ambil (Pasikuh-paha), suami istri pernah keponakan (Angemban Ari), kawin dengan tumin ngarep (Anglangkahi sanggar), mengawini janda beranak bila sudah punya anak laki-laki ,Ekajanma namanya (Suwidja,1992 :101).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-3420886507016148251?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/3420886507016148251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=3420886507016148251&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3420886507016148251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3420886507016148251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/09/menentukan-pasangan-yang-baik.html' title='Menentukan Pasangan Yang Baik'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-3755805569953848513</id><published>2009-06-22T19:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T19:43:44.238-07:00</updated><title type='text'>Sekilas tentang JOGED</title><content type='html'>Joged adalah tari pergaulan (social dance) yang sangat populer di Bali. Tarian ini pada umumnya memiliki pola-pola gerak yang agak bebas, lincah, dan dinamis, yang diambil dari Legong maupun Tari Kekebyaran, dan dibawakan secara improvisasi. Tari ini biasanya dipentaskan sehabis panen, hari-hari raya, dan hari penting lainnya. Pada umumnya tari Joged ini merupakan tarian berpasangan, laki-perempuan, dengan mengundang partisipasi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari Joged mempunyai banyak macam, meliputi: Joged Bumbung, Joged Pingitan, Joged Gebyog, Joged Pudengan (Udengan), Gandrung, dll. Kecuali Joged Pingitan yang memakai lakon Calonarang, semua pertunjukan Joged selalu diisi bagian paibing-ibingan, yaitu tarian bermesraan. Bagian ini diawali dengan penari Joged yang memilih (nyawat) penonton laki yang diajak menari bersama di atas pentas. Sebagai sebuah kesenian rakyat, tari Joged diiringi dengan barungan ngamelan yang didominir oleh instrumen-instrumen bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joged Bumbung adalah tari Joged yang diiringi dengan gamelan tingklik bambu berlaras slendro yang disebut grantang. Tarian ini diperkirakan muncul pada tahun 1946 di Bali Utara. Kini Joged Bumbung dapat dijumpai hampir di semua desa di Bali dan kini merupakan jenis tari joged yang paling populer. (Wayan Dibia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-3755805569953848513?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/3755805569953848513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=3755805569953848513&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3755805569953848513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3755805569953848513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/06/sekilas-tentang-joged.html' title='Sekilas tentang JOGED'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-6677058733742215532</id><published>2009-06-22T19:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T19:42:19.011-07:00</updated><title type='text'>Sepintas tentang WAYANG WONG</title><content type='html'>Wayang Wong pada dasarnya adalah seni pertunjukan topeng dan pewayangan dengan pelaku-pelaku manusia atau orang (wong). Dalam membawakan tokoh yang dimainkan, semua penari berdialog, semua tokoh utama memakai bahasa Kawi sedangkan para punakawan memakai bahasa Bali. Pada beberapa bagian pertunjukan, para penari juga menyanyi dengan menampilkan bait-bait penting dari Kakawin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bali ada dua Jenis Wayang Wong, yaitu Wayang Wong Ramayana, dan Wayang Wong Parwa. Wayang Wong Ramayana (kemudian disebut Wayang Wong saja) adalah dramatari pewayangan yang hanya mengambil lakon dari wira carita Ramayana. Hampir semua penari mengenakan topeng. Diiringi dengan gamelan Batel Wayang yang berlaras Slendro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang Wong masih aktif di beberapa desa di Bali seperti: Mas, Telepud, dan Den Tiyis (Gianyar); Marga, Apuan, Tunjuk, Klating (Tabanan); Sulahan (Bangli); Wates Tengah (Karangasem); Bualu (Badung); Prancak, Batuagung (Jembrana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wayang Wong Parwa yang biasa disebut Parwa yakni dramatari wayang wong yang mengambil lakon wira carita Mahabrata (Asta Dasa Parwa). Para penarinya umumnya tidak mengenakan topeng, kecuali para punakawan, seperti Malen, Merdah, Sanggut, Delem. Diiringi gamelan Batel Wayang yang berlaras Slendro. Parwa terdapat di desa-desa: Sukawati, Teges, Pujung (Gianyar) dan Blahkiuh (Badung).&lt;br /&gt;Sumber:Ketut Syahruwardi Abbas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-6677058733742215532?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/6677058733742215532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=6677058733742215532&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/6677058733742215532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/6677058733742215532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/06/sepintas-tentang-wayang-wong.html' title='Sepintas tentang WAYANG WONG'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-7561460125999179891</id><published>2009-04-12T19:27:00.000-07:00</published><updated>2009-04-12T19:56:18.610-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Dang Hyang Dwijendra </title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SeKkEWVYcKI/AAAAAAAAAGE/X8MfRzljNLA/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 230px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SeKkEWVYcKI/AAAAAAAAAGE/X8MfRzljNLA/s320/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323998104127041698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang berminat silakan download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4193507/DwijendraTattwa.pdf.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cajust%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cajust%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:6in;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ajust\LOCALS~1\Temp\msohtml1\03\clip_image001.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-7561460125999179891?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/7561460125999179891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=7561460125999179891&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7561460125999179891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7561460125999179891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/04/dwijendra-tatwa.html' title='Perjalanan Dang Hyang Dwijendra '/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SeKkEWVYcKI/AAAAAAAAAGE/X8MfRzljNLA/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-2510124898894041466</id><published>2009-04-07T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T18:45:30.579-07:00</updated><title type='text'>PURA RAMBUT SIWI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;PURA RAMBUT SIWI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SdwBcPVmdGI/AAAAAAAAAF8/gqOUN6U3MDY/s1600-h/pura_rambut_siwi21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SdwBcPVmdGI/AAAAAAAAAF8/gqOUN6U3MDY/s320/pura_rambut_siwi21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322130444310180962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Dang Hyang Dwijendra menjabat Pandita Kerajaan di&lt;br /&gt;Gelgel dan sudah memberikan diksa kepada Dalem Waturenggong, beberapa&lt;br /&gt;tahun kemudian beliau berniat untuk melakukan tirthayatra, melihat dari dekat&lt;br /&gt;perkembangan ajaran kerohanian di desa-desa. Untuk melaksanakan niat&lt;br /&gt;Beliau tersebut, beliau minta izin kepada Dalem Waturenggong agar beliau&lt;br /&gt;berkekan memberikan persetujuannya. Karena tujuannya sangat baik, Dalem&lt;br /&gt;tidak berkeberatan dan mengizinkan sang Mpu untuk melaksanakan&lt;br /&gt;perjalanan bertirthayatra itu.&lt;br /&gt;Konon berangkatlah beliau menuju arah barat, mula-mula sampai di&lt;br /&gt;daerah Jembrana. Kebetulan beliau sampai pada sebuah parahyangan yang&lt;br /&gt;biasanya pura itu dujaga oleh seorang penjaga pura sekalian sebagai pemilik&lt;br /&gt;parahyangan itu. Seperti kebiasaan sang penunggu parahyangan itu, setiap&lt;br /&gt;orang yang lewat di tempat itu diharuskan untuk bersembahyang terlebih&lt;br /&gt;dahulu sebelum mereka meneruskan perjalanan. Kebetulan hari itu yang&lt;br /&gt;tengah lewat adalah Dang Hyang Nirartha. Sang penunggu parahyangan itu&lt;br /&gt;menegur sang Mpu agar beliau mengadakan persembahyangan di tempat suci&lt;br /&gt;itu. Dia juga menjelaskan bahwa parahyangan itu sangat angker sekali.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang tidak mau menghaturkan persembahyangan di sana, dia&lt;br /&gt;tidak mau menjamin keselamatannya. Pasti orang itu akan menemukan celaka.&lt;br /&gt;Setelah sang Mpu bertanya, kesusahan apa yang akan dialami orang-orang&lt;br /&gt;yang tidak mau menghaturkan persembahyangan di parahyangan itu, sang&lt;br /&gt;penunggu parahyangan itu mengatakan bahwa yang bersangkutan pasti akan&lt;br /&gt;dimakan macan. Di daerah sekitar itu banyak macan yang sangat ganas yang&lt;br /&gt;merupakan rencangan parahyangan ini.&lt;br /&gt;Dia meminta berkali-kali kepada Mpu Nirartha agar beliau mau&lt;br /&gt;bersembahyang terlebih dahulu sebelum beliau melanjutkan perjalanannya&lt;br /&gt;agar benar-benar selamat di perjalanannya nanti. Mpu Nirartha menuruti&lt;br /&gt;perkataan sang penjaga pura itu, seraya beliau mempersiapkan diri akan&lt;br /&gt;bersembahyang. Di situ beliau menyatukan bayu, sabdha, dan idhepnya seraya&lt;br /&gt;mengarahkan konsentrasinya berngara sika atau mata ketiga. Tak lama&lt;br /&gt;kemudian tiba-tiba saja parahyangan menjadi pecah dan rubuh. Sang pemilik&lt;br /&gt;parahyangan itu angat kaget melihat kejadian yang sangat gaib itu, seraya ia&lt;br /&gt;minta ampun, agar parahyangan itu bisa dibangun lagi, sehingga ada tempat ia&lt;br /&gt;menghaturkan persembahyangan kehadapan Ida sang Hyang Widhi Wasa.&lt;br /&gt;Sambil menangis ia mohon ampun kepada sang Mpu agar sudi memaafkan&lt;br /&gt;kesalahan-kesalahannya dan mohon agar parahyangannya dapat dibangun&lt;br /&gt;kembali. Sang Mpu Nirartha menasihatinya agar tidak membohongi penduduk&lt;br /&gt;yang tidak tahu apa itu, dan harus berjajni bakti kepada Sang Hyang Widhi&lt;br /&gt;selain kepada leluhur. Maka setelah ia berjanji tidak akan membohongi&lt;br /&gt;penduduk lagi, Maka Dang Hyang Nirartha membangun kembali tempat&lt;br /&gt;persembahyangan itu. Selanjutnya beliau emutuskan untuk tinggal lebih lama&lt;br /&gt;di sana. Lama kelamaan didengar sang Mpu berada di sana, banyak para&lt;br /&gt;penduduk datang, ada yang ingin berguru agama dan tidak sedikit yang datang&lt;br /&gt;untuk berobat. Hal itu terjadi karena nama beliau sebelumnya di Gadingwani&lt;br /&gt;sudah sangat dikenal betul sebagai ahli pengobatan di samping ahli ilmu&lt;br /&gt;agama. Ramailah orang datang ke parahyangan itu. Lama-kelamaan karena&lt;br /&gt;beliau memang ingin beranjangsana berkeliling, maka beliau menyatakan akan&lt;br /&gt;meninggalkan mereka dan meneruskan perjalanan. Para penduduk sangat&lt;br /&gt;sedih karena kepergian beliau, karena mereka sudah merasa senang beliau&lt;br /&gt;berada di sana.mereka memohondengan sangat agar sang Mpu bersedia&lt;br /&gt;tinggal lebih lama di sana. Sang Mpu tetap tidak bisa menuruti permintaan&lt;br /&gt;para menduduk itu. Maka untuk mengikat mereka, sang Mpu berkenan&lt;br /&gt;memberikan selembar rambut beliau agar ditaruh di tempat parahyangan itu&lt;br /&gt;untuk dijadkan penyiwian sebagai pertanda peringatan akan keberadaannya.&lt;br /&gt;Kemudian dari tempat itu disebut Parahyangan Rambut Siwi atau Pura&lt;br /&gt;Rambut Siwi. Selanjutnya beliau menetapkan hari baik untuk pujawali&lt;br /&gt;Parahyangan Rambut Siwi tersebut.Piodalannya jatuh pada RABU UMANIS&lt;br /&gt;PRANGBAKAT. Pada hari itu disuruh menyelenggarakan pujawali untuk&lt;br /&gt;memohon berkah.&lt;br /&gt;Matahari ketika itu telah pudar cahayanya, kian merendah hendak&lt;br /&gt;menyembunyikan wajahnya di tepi langit barat, karena itu sang pendeta&lt;br /&gt;berniat akan bermalam di Pura Rambut Siwi. Orang-orang makin banyak&lt;br /&gt;menghadap sang pendeta, yang berniat memohon nasihat soal agama, ada pula&lt;br /&gt;yang mohon obat. Semalam-malaman itu sang pendeta menasihatkan ajaran&lt;br /&gt;agama kepada penduduk, terutama berbakti kepada Ida Sang Hyang Widhi&lt;br /&gt;dan Bhatara-Bhatari leluhurnya, agar sejahtera hidupnya di dunia. Dan&lt;br /&gt;diperingatkan juga pelaksanaan puja wali di Pura Rambut Siwi agar&lt;br /&gt;masyarakat menjadi selamat dan tentram.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-2510124898894041466?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/2510124898894041466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=2510124898894041466&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2510124898894041466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2510124898894041466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/04/pura-rambut-siwi.html' title='PURA RAMBUT SIWI'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SdwBcPVmdGI/AAAAAAAAAF8/gqOUN6U3MDY/s72-c/pura_rambut_siwi21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-1758132103257623102</id><published>2009-03-30T00:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T06:53:37.934-07:00</updated><title type='text'>Pura Ulun Danu Batur</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000080;"&gt;Sekilas Gunung Batur dan Pura Ulun Danu Batur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;kamis (09/4) , bertepatan dengan pemilu adalah Purnama Kedasa. Sebagaimana biasa saat itu berlangsung upacara besar di Pura Ulun Danu Batur. Desa Batur, Kintamani, Bangli. Pura Ulun Danur Batur sebagai kahyangan jagat umat Hindu di Bali, dimulialan sebagai stana Bhatara Wisnu. Sedangkan Bhatara Siwa di Besakih dan Brahma di Lempuyang Luhur, Karangasem. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;SEBAGAI stana Bhatara Wisnu, yang dalam konsep masyarakat Batur terkenal dengan sebutan Bhatari Dewi Danuh, Pura Ulun Danu memiliki historis yang sangat menarik, baik berkembang secara turun-temurun sebagai cerita rakyat yang hidup di Batur serta masyarakat pemuja di sekitarnya, maupun sebagaimana termuat dalam beberapa babad.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paling tidak, sejarah Pura Ulun Danu Batur termuat dalam Babad Pasek yang ditulis oleh Jro Mangku Gede Ketut Soebandi, Babad Pasek yang ditulis oleh I Gusti Bagus Sugriwa, serta Babad Kayu Selem yang disalin oleh Drs. Putu Budiastra, dkk. Bahkan sejarah pura ini juga termuat dalam Raja Purana Pura Ulun Danu Batur I dan II yang disusun oleh Drs. I Putu Budiastra, dkk. Sejarah dan terjadinya Gunung Batur serta Pura Ulun Danu Batur dapat diuraikan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Zaman Bahari&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dalam versi Babad Pasek dan Babad Kayu Selem, semula Pulau Bali dan Selaparang masih menyatu dan terombang-ambing dihanyutkan arus samudera. Waktu itu, Ida Bhatara Hyang Pasupati yang berstana di Puncak Gunung Prabulingga (Gunung Semeru) merasa kasihan melihat kedua pulau tersebut terombang-ambing. Beliau lantas mengutus tiga putranya yakni Bhatara Hyang Geni Jaya, Bhatara Hyang Mahadewa, dan Bhatari Dewi Danu agar menyusup ke Pulau Bali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;'Nanda bertiga, Geni Jaya, Putra Jaya (Mahadewa) dan Dwi Danuh hendaknya nanda bertiga datang ke Pulau Bali agar pulau tersebut tidak terombang-ambing,' demikian sabda Hyang Pasupati. 'Mohon maaf, nanda ayahanda, nanda masih sangat muda dan belum berpengalaman,' jawab ketiga putranya. 'Nanda jangan khawatir,' tandas Hyang Pasupati. Begitulah, akhirnya Hyang Pasupati memasukkan ketiga putranya ke dalam kelapa gading, dan dihanyutkan lewat dasar laut. Secara gaib ketiganya tiba di Gunung Agung, dan Beliau sepakat mencari tempat bersemayam. Bhatara Hyang Geni Jaya memutuskan berstana di Gunung Lempuyang, Bhatara Putra Jaya (Mahadewa) berstana di Gunung Agung dengan Pura Besakih, dan Bhatari Dewi Danu memilih sebuah kubangan besar yakni Danau Batur dengan Gunung Batur sebagai puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Setelah itu, Hyang Pasupati mengirim empat putra lainnya, seterusnya berstana di Andakasa, Gunung Beratan (Pucak Mangu), Gunung Batukaru, dan Pejeng. Sehingga bila dirunut secara historis, khususnya dari kajian babad, seharusnya di Bali ada sapta kahyangan bukannya sad kahyangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Purana Tatwa Batur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Siapa dan bagaimana Gunung Batur serta Beliau yang bersemayam di Pura Ulun Danu Batur, tersirat pula dalam salah satu bagian: Raja Purana Pura Ulun Danu Batur -- Purana Tatwa. Begitu pula, uraian ini sangat populer di sekitar pemuja Pura Ulun Danu Batur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kisahnya adalah: Tersebutlah tiga putra Bhatara Indra yang berstana di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, bertanya pada kakeknya Hyang Pasupati di Gunung Semeru. 'Mohon maaf Kakek Bhatara, siapakah gerangan ayahanda cucunda?'&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;'Oh kalau itu cucunda tanyakan, biar nanti bibi yang mengantar cucunda menjumpai ayahanda'. 'Nah nanda I Ratu Ayu Mas Membah (sebutan Bhatari Dewi Danu), sekarang berangkatlah ke Tirta Empul antarkan kemenakan nanda menghadap ayahandanya.'&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Demikianlah I Ratu Ayu Mas Membah berangkat ke Bali diiringi ketiga putra Bhatara Indra serta I Ratu Ayu Arak Api. Tak terkisahkan di jalan ketiganya telah tiba di stana Bhatara Indra di Tirta Empul, dan langsung menghadap Bhatara Indra. 'Oh dinda Dewi datang, siapa kiranya anak tampak ketiga ini?'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;'Oh kanda tidak kenal, inilah ketiga putra kanda yang yang semula di Semeru bersama ayahanda'. 'Oh begitu, kemarilah Nanda bertiga maaf ayahanda sudah tua, dan pandangan ayah sudah berkurang'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;'Nah, nanda yang tertua, ayah tak punya apa-apa, kiranya apa yang akan nanda minta?'. 'Mohon maaf ayahanda dan kiranya ada nanda memohon goa yang besar serta air suci'. 'Oh kalau itu, baiklah, kini ayah beri nama nanda I Ratu Gede Gunung Agung, dan di sanalah nanda menetap di bekas tempat ayah di pertengahan Gunung Agung, dan ini air suci, nanti beri nama tirta Mas Manik Kusuma.' Begitulah, beliau lantas berstana di sekitar pertengahan Gunung Agung. Selanjutnya, 'Nanda yang kedua I Gede Nengah, apa yang nanda minta?'. 'Hamba juga minta air suci'. 'Nah nanda I Gede Nengah tempatkanlah air suci ini di barat laut tempat ibunda, dan beri nama tirta Mas Manik Mampeh. Letaknya di barat laut Danau Batur.'&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;'Nah nanda yang terkecil namun badannya terbesar apa yang nanda minta?'. 'Nanda minta balai agung'. Beliau diberikan dan distanakan di Manukaya. Lalu, Bhatara Indra meminta Mangku Pucangan agar mengantarkan I Ratu Ayu Mas Membah menuju tempatnya. Beliau dijunjung menuju arah timur laut, di suatu tempat. Karena kepayahan menjunjung I Ratu Ayu Mas Membah istirahat sambil nafasnya 'ah-ah, ah', sehingga tempat itu disebut Basang Ah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Perjalanan dilanjutkan dan tiba di Desa Pengotan. Saat itu penduduk sedang rapat. Mangku Pucangan berkata: 'Tuan berhenti sebentar bersidang, ini Paduka datang'. Mereka tertawa karena melihat wujud Ida Bhatari layaknya ukiran janur yang dijunjung oleh Mangku Pucangan. 'Oh ha, ha, ha dimana ada Bhatari, orang menjunjung sampyan (ukiran rontal) banyak capak'. Ida Bhatari berkenan menunjukkan wajah aslinya dan berkata, 'Nanti jika kalian semua memuja kepada-Ku, masih di pintu gerbang akan diterbangkan angin'. Begitulah yang terjadi sampai saat ini, biasanya sesaji warga Pengotan, hancur di candi Pura Ulun Danu Batur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Perjalanan dilanjutkan. Sampai di Penelokan Mangku Pucangan melihat air payau sangat luas dan Bhatari Ratu Ayu Mas Membah meminta mencari benang dan bulu ayam. Benda tersebut dilemparkan ke tengah payau lalu benang tersebut diikuti oleh Mangku Pucangan. Tepat di tengah air payau Beliau berkata, 'Sudahlah Mangku Pucangan tempatkan Aku di sini'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Begitu Beliau diturunkan, mendadak tempat ini makin tinggi terus menjadi sebuah gunung tepat di tengah payau (danau). Gunung itu diberi nama Gunung Tempur/ Tempuh Hyang. Artinya bekas pijakan kaki Ida Bhatari, sehingga menjadi Gunung Tampur Hyang. Nama lain dari Gunung Tampur Hyang adalah Gunung Lebah yang artinya sebuah gunung yang letaknya di dataran rendah, serta Gunung Sinarata -- yang diartikan oleh masyarakat Batur 'gunung yang mendapat sinar matahari secara merata'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Demikianlah ceritanya, dan secara berkelanjutan akibat letusan Gunung Batur, mereka berpindah ke atas, serta puranya bernama Pura Ulun Danu Batur yang pujawalinya jatuh setiap Purnama Kedasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jro Mangku I Ketut Riana &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-1758132103257623102?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/1758132103257623102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=1758132103257623102&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1758132103257623102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1758132103257623102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/pura-ulun-danu-batur.html' title='Pura Ulun Danu Batur'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-5422766697405748975</id><published>2009-03-29T23:27:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T23:48:34.924-07:00</updated><title type='text'>Usada ( Pengobatan)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usada atau pengobatan secara tradisional pada orang yang terkena penyakit non medis dan medis yang pengobatannya secara tradisional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Unsur guna dalam ramuan obat menurut Ayurveda.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Unsur Guna dalam Ramuan Obat&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menurut Ayurveda&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh: Ngurah Nala (Universitas Hindu Indonesia) &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata guna yang terdapat di dalam kitab Ayurveda, berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya atau padanan katanya dalam bahasa Indonesia bukanlah manfaat atau faedah. Walaupun kurang tepat, tetapi para ahli Ayurveda lebih cenderung mengartikan kata guna sebagai sifat atau kualitas prinsip yang terdapat di dalam ramuan atau yang dikandung oleh suatu ramuan. Berdasarkan atas guna yang terdapat di dalamnya, ada yang membagi ramuan obat berdasarkan atas banyak sedikitnya unsur guna atau sifat yang dikandungnya. Menurut pembagian ini ramuan obat dibagi atas 20 kategori. Kedua puluh ramuan obat tersebut adalah sebagai berikut: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Guru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rambuan obat yang memiliki guru guna, bersifat kental dan berat. Dalam ramuan ini ada dua unsur panca maha bhuta yang dominan keberadaannya, yakni unsur perthiwi (bumi, zat padat) dan apah (air, zat cair). Karena mengandung kedua unsur bhuta inilah yang menyebabkan ramuan tersebut memiliki sifat kental dan berat. Ramuan ini berkhasiat meningkatkan unsur tri dosha kapha (air, cairan). Tetapi menurunkan unsur vatta (udara, gas) dan pitta (panas, metabolisme) yang ada di dalam tubuh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Laghu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan obat yang mengandung laghu guna, bersifat encer dan ringan.&lt;br /&gt;Ramuan ini didominasi oleh tiga unsur bhuta, yakni unsur teja (api, panas), vayu (udara, gas) dan akasa (kosong). Dapat meningkatkan unsur tri dosha vatta (udara) dan pitta (panas), dengan sendirinya juga menaikkan pengeluaran agni (enzim). Tetapi menurunkan unsur kapha (air). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Sita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang mengandung sita guna (sitha) ini bersifat dingin. Bahan ramuannya didominasi hanya oleh satu unsur bhuta, yaitu unsur apah (air). Ramuan obat ini dapat dipergunakan untuk menaikkan jumlah unsur tri dosha vatta (udara, gas) dan kapha (zat cair), tetapi sebaliknya menurunkan unsur pitta (panas). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Usna&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan obat yang mengandung usna guna ini bersifat panas. Unsur bhuta yang terbanyak berada di dalam ramuan ini hanya satu, ialah unsur teja (panas). Dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan unsur tri dosha pitta (panas), dan agni (api) serta enzim dalam tubuh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Snigdha&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan obat yang mengandung snigdha guna ini bersifat lembut, berminyak. Ramuan ini hanya didominasi oleh satu unsur bhuta, yaitu unsur apah (air). Berfungsi untuk menaikkan unsur tri dosha pitta (panas) dan kapha (air) dalam tubuh. Tetapi sebaliknya dapat menurunkan unsur vatta (udara) dan agni (panas, enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Ruksha&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang mengandung ruksha guna. ini bersifat kenyal, tidak lembut, tidak berminyak, kering. Bahan ramuan ini didominasi oleh tiga unsur bhuta, yakni unsur perthiwi (bumi, tanah), teja (panas) dan vayu (udara). Ramuan ini bermanfaat untuk meningkatkan unsur tri dosha vatta (udara) dan agni (enzim). Tetapi menurunkan unsur kapha (air) dan pitta (api, panas). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Manda&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan yang mengandung manda guna ini bersifat hambar dan lembut. Bahannya didominasi oleh dua unsur bhuta, ialah unsur perthiwi (bumi, tanah) dan apah (air). Dapat dipergunakan untuk menaikkan unsur tri dosha kapha (air) dalam tubuh. Tetapi menurunkan unsur vatta (gas) dan pitta (api, panas). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Tikshna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang mengandung tikshna guna memiliki sifat menyengat dan tajam. Bahannya didominasi hanya oleh satu unsur bhutta, yakni unsur teja. Berkhasiat untuk meningkatkan unsur tri dosha vatta dan pitta. Tetapi menurunkan unsur kapha. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Sthira&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang mempunyai sifat sthira guna mempunyai sifat stabil, mantap atau statis. Ramuan, ini bahannya didominasi hanya oleh unsur bhuta saja, yaitu unsur perthiwi (zat padat). Dapat dipergunakan untuk meningkatkan unsur tri dosha kapha. Tetapi menurunkan unsur vatta (gas), pitta (panas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. Sara atau Chala&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang mempunyai sara guna (chala) mudah bergerak, mobil, dinamik dan labil. Bahan ramuan ini didominasi oleh dua unsur bhuta, yakni unsur vayu (udara, gas) dan apah (air). Dapat menaikkan unsur tri dosha vatta, pitta dan agni (enzim). Tetapi menurunkan unsur kapha. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;11. Merdu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan obat yang memiliki merdu guna, bersifat lunak. Bahan ramuannya banyak mengandung dua unsur bhuta, yaitu unsur apah (air) dan akasa (kosong). Berkhasiat meningkatkan unsur tri dosha pitta (panas) dan kapha (cairan). Tetapi menurunkan unsur vatta (gas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;12. Kathina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang mempunyai kathina guna bersifat keras. Bahannya didominasi oleh unsur bhuta perthiwi (zat padat). Khasiat ramuan jenis ini dapat meningkatkan unsur tri dosha vatta (gas) dan kapha (cairan). Tetapi menurunkan unsur pitta (panas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;13. Vishada&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan obat yang memiliki vishada guna bersifat tidak berlendir dan tembus pandang (transparan). Bahannya didominasi oleh empat unsur bhuta, yakni unsur perthiwi (zat padat), teja (panas), vayu (udara, gas) dan akasa (hampa, rongga). Ramuan ini dimanfaatkan untuk meningkatkan unsur tri dosha vatta (gas), pitta (panas), dan agni (enzim) di dalam tubuh. Tetapi berefek menurunkan unsur kapha (cairan). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;14. Picchila atau Avila&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang memiliki picchila guna atau avila guna ini bersifat berlendir, berkabut, kabur. Bahannya lebih banyak mengandung unsur apah bhuta (zat cair) dibandingkan dengan unsur bhuta lainnya. Bermanfaat untuk menaikkan unsur tri dosha kapha (cairan) dalam tubuh. Tetapi menurunkan unsur vatta (gas), pitta (panas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;15. Slakshna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang memiliki slakshna guna bersifat halus, berlendir. Bahannya didominasi oleh unsur teja bhuta (panas). Dapat menaikkan unsur tn dosha pitta (panas) dan kapha (cairan) dalam tubuh. Tetapi menurunkan unsur vatta (gas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;16. Khara&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan obat yang memiliki khara guna bersifat kesat dan kasar. Unsur vayu (udara, gas) lebih dominari terdapat dalam ramuan ini dibandingkan bhuta lainnya. Ramuan ini dapat dimanfaatkan untuk menaikkan unsur tri dosha vatta (gas) dan agni (enzim) dalam tubuh. Tetapi berefek menurunkan unsur kapha (cairan) dan pitta (panas). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;17. Sukshma&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ramuan obat yang mempunyai sukshma guna bersifat halus. Bahannya didominasi oleh tiga unsur bhuta, yaitu unsur teja (panas), vayu (udara, gas) dan akasa (kosong, rongga). Ramuan ini dapat dipergunakan untuk meningkatkan unsur tri dosha vatta (gas), pitta (panas) dan agni (enzim) di dalam tubuh. Tetapi berefek menurunkan unsur kapha (cairan). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;18. Sthula&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang memiliki sthula guna bersifat kasar. Bahannya lebih mengandung unsur perthiwi bhuta (zat padat). Ramuan ini berkhasiat menaikkan unsur tri dosha kapha (cairan). Tetapi berpotensi untuk menurunkan unsur vatta (gas), pitta (panas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;19. Sandra&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang memiliki sandra guna bersifat padat. Bahan ramuannya didominasi oleh unsur perthiwi bhuta. Karena unsur bhutanya sama, maka khasiat ramuan ini hampir sama dengan ramuan yang mengandung sthula guna, yaitu berfaedah untuk meningkatkan unsur tri dosha kapha (cairan) di dalam tubuh. Tetapi dapat pula menurunkan unsur vatta (gas), pitta (panas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;20. Drava&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ramuan obat yang memiliki drava guna bersifat cair. Bahan ramuannya didominasi hanya oleh unsur bhuta, yakni unsur apah (air). Ramuan ini dapat meningkatkan unsur tri dosha pitta (panas) dan kapha (cairan) dalam tubuh. Tetapi sebaliknya dapat juga menurunkan unsur vatta (gas) dan agni (enzim). &lt;/p&gt;Di dalam kitab Ayurveda tidak dijelaskan bagaimana caranya mengetahui &lt;strong&gt;guna&lt;/strong&gt; yang terkandung di dalam suatu bahan ramuan obat. Sebab suatu bahan ramuan obat yang dikatakan memiliki &lt;strong&gt;guru guna&lt;/strong&gt; (berat) atau &lt;strong&gt;laghu guna&lt;/strong&gt; (ringan), cara mengetahui &lt;strong&gt;guna&lt;/strong&gt; itu tidaklah dengan cara menimbang bahan bersangkutan. Dua bahan dengan jumlah yang sama tetapi yang satu mempunyai berat yang lebih, tidak berarti bahan ramuan yang satu ini memiliki &lt;strong&gt;guru guna&lt;/strong&gt; (berat). Beras yang mempunyai &lt;strong&gt;laghu guna&lt;/strong&gt; (ringan), dan ketan yang memiliki &lt;strong&gt;guru guna&lt;/strong&gt; (berat), tidak berarti bahwa satu kilogram ketan lebih berat dari satu kilogram beras. Tentu ada cara khusus untuk menentukan masalah&lt;strong&gt; guna&lt;/strong&gt; yang dikandung oleh setiap bahan ramuan obat. WHD No. 416 Oktober 2001.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1095&amp;amp;Itemid=80"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asthi Bhagna Patah Tulang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1023&amp;amp;Itemid=80"&gt;Universal atau Keabadian Alami Ayurveda         &lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=793&amp;amp;Itemid=80"&gt;Lontar Usada Ila&lt;/a&gt;(pengobatan penyakit Lepra )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=791&amp;amp;Itemid=80"&gt;Lontar Usada Buduh&lt;/a&gt;( Pengobatan penyakit Gila )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=741&amp;amp;Itemid=80"&gt;Jihva Pariksha Pemeriksaan Lidah&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga Bermanfaat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-5422766697405748975?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/5422766697405748975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=5422766697405748975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/5422766697405748975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/5422766697405748975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/usada-pengobatan.html' title='Usada ( Pengobatan)'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-347991176335246074</id><published>2009-03-22T23:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-22T23:28:10.381-07:00</updated><title type='text'>Tips and Trik Liburan Di Bali...</title><content type='html'>Berikut Tips Untuk Kamu" yang pengen liburan ke Bali dengan saku Paspasan....&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tentukan Lokasi yang bakal kamu kunjungi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cari hotel yang murah.. yang banyak betebaran di Bali....,Kalo memungkinkan nginep ditempat temen... klo ada temen sih....heheheeee&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sewa motor buat jalan" karena motor lebih murah dan irit bensin....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gak usah sewa guide, cukup ikuti bule" yang bawa guide karena kita bisa nebeng denger, dan yang terpenting bahasanya kita bisa mengerti....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;makan dan minum di pkl aja. dan yang terpenting jauh dari objek wisata....&lt;/li&gt;&lt;li&gt;samarkan identitas kalian bahwa kalian bukan dari Bali....hehehe....&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan yang terpenting bawa identitas kalian karena banyak razia.. salah" dikira maling...haha...&lt;/li&gt;&lt;li&gt;segera pulang kalo duit udah mau habis........&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sekian dulu tips and trik dari aku.. mudah"an bermanfaat....&lt;br /&gt;Canti............... Canti........... Canti........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-347991176335246074?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/347991176335246074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=347991176335246074&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/347991176335246074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/347991176335246074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/tips-and-trik-liburan-di-bali.html' title='Tips and Trik Liburan Di Bali...'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-5088757607523466033</id><published>2009-03-22T20:50:00.001-07:00</published><updated>2009-03-22T23:06:55.714-07:00</updated><title type='text'>Ngelawang Dance</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SccmS7p_ksI/AAAAAAAAAF0/NQx1xA3Wx4A/s1600-h/1_232000369l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SccmS7p_ksI/AAAAAAAAAF0/NQx1xA3Wx4A/s320/1_232000369l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316259991827485378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ngelawang Dance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1992 I Ketut Suteja, dosen STSI Denpasar, menampilkan sebuah garapan tari kontemporer yang diberi nama Ngelawang. Tari ini banyak diilhami oleh tari Barong Ket yang tidak asing lagi bagi masyarakat Bali. Ngelawang (dari kata lawang yang artinya pintu) adalah sebuah istilah dalam bahasa Bali yang berarti pertunjukan yang berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lain, atau dari satu desa ke desa yang lain. Pertunjukan seperti ini biasa dilakukan pada waktu hari - hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan. Di tempat-tempat tertentu ngelawang juga diadakan apabila disuatu desa terjadi wabah penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam garapan ngelawangnya ini Suteja memasukan ide yang kedua ngelawang untuk mengusir roh-roh jahat. Dalam garapan ini juga Suteja memasukan cukup banyak gerak-gerak baru yang penuh vitalitas dan memakai gamelan Balaganjur untuk mengiringi garapan ini. Ngelawang ditarikan oleh 8 orang penari yang terdiri dari 4 orang penari putra dan 4 orang penari putri. Di dalam tarian ini ditampilkan 2 buah barong buntut (hanya bagian depan dari barong ket) dan sebuah punggalan (topeng) barong ket. Oleh karena begitu dominannya bentuk barong di dalam garapan ini, maka garapan ini juga disebut sebagai "Barong Ngelawang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1992 para pencipta tari di Bali telah berhasil menciptakan beberapa karya penting walaupun pementasannya mungkin hanya dilakukan satu kali. Di antara garapan - garapan tari Kontemporer yang dimaksud adalah Cak Seni Rupa Lata Mahosadhi (1995) dan Ruwatan Bumi (1997), kedua hasil karya Nyoman Erawan, dan Ram-wana : ketika Rama menjadi Rahwana (1999) karya I Wayan Dibia. Garapan-garapan ini menawarkan beberapa hal baru yang terlihat dalam tema, elemen pertunjukannya dan tata pementasannya. Cak Seni Rupa Erawan menyajikan tafsiran baru terhadap kisah Lata Mahosadhi dan permainan warna-warna cair. Ruwatan Bumi menawarkan tema ruwatan diri yang dilakukan terhadap penciptanya sendiri (Erawan) yang digundul dalam pertunjukan ini. Ram-wana menawarkan interpretasi baru terhadap kisah Ramayana yang disesuaikan dengan kondisi sosial politik pada tahun 1999. Dalam karya Erawan dan Dibia ini dilibatkan pembacaan puisi dan seni rupa instalasi di alam terbuka. Namun sekarang Ngelawang sering dibawakan oleh anak anak yang diarak keliling desa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-5088757607523466033?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/5088757607523466033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=5088757607523466033&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/5088757607523466033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/5088757607523466033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/ngelawang-dance.html' title='Ngelawang Dance'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SccmS7p_ksI/AAAAAAAAAF0/NQx1xA3Wx4A/s72-c/1_232000369l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-2023405059533776537</id><published>2009-03-15T18:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T19:38:28.186-07:00</updated><title type='text'>Ogoh...Ogoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb20TQDOOTI/AAAAAAAAAE0/ycPM6b3_lXU/s1600-h/29.03.06-sore2+%2833%29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb20TQDOOTI/AAAAAAAAAE0/ycPM6b3_lXU/s320/29.03.06-sore2+%2833%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313601378186049842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ogoh ogoh adalah sebuah boneka raksasa yang berwujud raksasa atau pun bhutekala....kali... yang dibuat berdasarkan seni patung.Dalam ajaran Hindu Dharma &lt;i&gt;Bhuta Kala&lt;/i&gt; merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.&lt;img src="file:///D:/MAng/MAng/Gumi%20Bali/Ogoh-ogoh/Ogoh-ogoh1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///D:/MAng/MAng/Gumi%20Bali/Ogoh-ogoh/Ogoh-ogoh1.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb26xiA6a8I/AAAAAAAAAFM/iWavXQq_E4w/s1600-h/29.03.06-sore2+%2837%29.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb26xiA6a8I/AAAAAAAAAFM/iWavXQq_E4w/s320/29.03.06-sore2+%2837%29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313608495474043842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam pungsinya Ogoh-Ogoh sebagai perwujudan Bhuta Kala, dibuat menjelang hari raya Nyepi(Penyepen) dan di arak beramai ramai diiringi tabuh beleganjur pada saat pengerupukan yaitu sehari sebelum hari raya Nyepi. Ogoh-Ogoh diarak mengelilingi desa untuk meminimalisir pengaruh roh jahat yang ada dalam diri dan lingkungan sekitar kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan &lt;i&gt;Bhuana Agung&lt;/i&gt; (alam raya) dan &lt;i&gt;Bhuana Alit&lt;/i&gt; (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb22RDp9KPI/AAAAAAAAAFE/yQ0aOROWglg/s1600-h/ogoh-ogoh-nyepi-007.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb22RDp9KPI/AAAAAAAAAFE/yQ0aOROWglg/s320/ogoh-ogoh-nyepi-007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313603539522365682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-2023405059533776537?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/2023405059533776537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=2023405059533776537&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2023405059533776537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2023405059533776537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/ogohogoh.html' title='Ogoh...Ogoh'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb20TQDOOTI/AAAAAAAAAE0/ycPM6b3_lXU/s72-c/29.03.06-sore2+%2833%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-862695349147632568</id><published>2009-03-15T17:50:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T18:21:16.845-07:00</updated><title type='text'>Peta Melasti Panca Bali Krama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb2iung72XI/AAAAAAAAAEU/Ilqn2POiVR0/s1600-h/petamelasti.jpg"&gt;Peta melasti Panca Bali Krama&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb2iung72XI/AAAAAAAAAEU/Ilqn2POiVR0/s320/petamelasti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313582057131858290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-862695349147632568?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/862695349147632568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=862695349147632568&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/862695349147632568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/862695349147632568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/melasti-panca-bali-krama.html' title='Peta Melasti Panca Bali Krama'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb2iung72XI/AAAAAAAAAEU/Ilqn2POiVR0/s72-c/petamelasti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-7280527606699326974</id><published>2009-03-15T17:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T17:43:25.980-07:00</updated><title type='text'>Kisah Semut Api Pura Pucak Geni</title><content type='html'>&lt;span class="style3"&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kisah Semut Api Pura Pucak                            Geni&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;                          &lt;/strong&gt;Sejak ditemukan pertama kali tahun 1906, pura                            ini selalu padat penangkilan . Tak hanya masyarakat                            umum, tiada jarang pejabat tinggi bersujud suntuk di                            hadapan Ida Batara Pura Luhur Pucak Geni. Apa hubungannya                            dengan semut api?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;                          &lt;img src="http://www.saradbali.com/edisi95/images/pp.jpg" vspace="5" width="200" align="left" height="150" hspace="5" /&gt;Sebuah                            mobil sarat penumpang terlihat menaiki jalan menuju                            Pura Luhur Pucak Geni, Banjar Seribupati, Desa Cau Belayu,                            Kecamatan Marga,&lt;br /&gt;                          Kabupaten Tabanan. Tiba di halaman paling lura pura,                            setelah kendaraan berhenti sekelompok orang berbusana                            adat Bali keluar dari pintu samping. Usai menurunkan                            sesaji mereka langsung menuju bale pasandekan yang berada                            di sisi timur jaba tengah. Pohon pule besar nan menjulang                            tinggi yang digoyang desiran angin, seakan tersenyum                            girang menyapa orang-orang baru datang itu. “                            Ngiring malinggih dumum (silakan duduk dulu),”                            seorang lelaki tua berbusana serba putih berkata dan                            disambut anggukan oleh warga tadi.&lt;br /&gt;                          Selasa Keliwon medio Pebruari lalu, memang banyak orang                            melakukan panangkilan ke Pura Pucak Geni. “Sudah                            menjadi tradisi di sini, saat hari rerainan gumi (hari                            suci jagat), maka orang akan datang. Malah ” urai                            Jero Mangku Anyar Pura Luhur Pucak Geni, Nyoman Genting.                            Apalagi saat hari rarainan jagat, Jero Dasaran dan Jero                            Mangku Anyar mesti bersiap di pura sehari penuh.&lt;br /&gt;                          Bagi yang tangkil ke tempat suci ini ada beberapa jalur                            yang bisa dilalui. Jika menempuh jalur barat (jalan                            raya Denpasar–Bedugul), setelah sampai di Desa                            Sembung, Kecamatan Mengwi, tepatnya sebelum pasar Sembung                            berbelok ke kanan menuju Desa Cau Belayu. Tiba di perempatan                            Cau Belayu belok ke kiri. Kurang lebih 200 meter ada                            pertigaan menuju jalan ke Banjar Seribupati.&lt;br /&gt;                          Apabila mengambil jalur timur (jalan raya Denpasar–Petang,                            Badung), begitu sampai di pasar Blahkiuh, Kecamatan                            Abiansemal berbelok ke kiri, mengambil jurusan ke Desa                            Ayunan (masih wilayah Kecamatan Abiansemal). Tiba di                            Ayunan lurus ke utara menuju Cau Belayu . Tiba di Cau                            Belayu cari pertigaan jalan menuju Pura Luhur Pucak                            Geni di Banjar Seribupati.&lt;br /&gt;                          Pura Pucak Geni memang kerap dipadati pemeluk Hindu                            di Bali, sekalipun dari sisi sejarah sejatinya tiada                            banyak yang bisa terungkapkan. Tinggalan yang ada tak                            teramat banyak. Hanya ada batu dan pohon pule yang di                            bagian bawahnya kini ada semacam lubang selalu keluar                            air, tempat orang-orang umumnya melakukan panglukatan                            (ruwatan dalam bahasa Jawa).&lt;br /&gt;                          Entah apa yang menjadi alasan hingga pura ini kerap                            dikunjungi warga. Dari sudut sejarah, sesuai pengakuan                            seorang warga Seribupati, Gede Oka Antara mengakui,                            tiada bukti otentik yang dapat dijadikan tonggak awal                            pendirian yang hari piodalan jatuh pada Buda Cemeng                            Kelawu ini.&lt;br /&gt;                          Kalau toh ada, bukti yang tersiar di masyarakat lebih                            banyak berdasarkan cerita mitos warisan para moyang                            Seribupati. Seperti yang cerita yang didapat seorang                            sesepuh, I Ketut Tantra. Pamangku Pura Dalem Purwa Desa                            Pakraman Seribupati ini berkisah, bahwa tahun 1906,                            penguasa Kerajaan Belayu, Kecamatan Marga, I Gusti Gede                            Oka, sempat datang bersama ratusan abdi dari berbagai                            desa, seperti warga Desa Jadi, Belayu, Kuwum, Kukuh,                            dan Telanbawak, ke sebelah timur wilayah kekuasaannya.&lt;br /&gt;                          Kawasan yang dituju masih berupa hutan perawan yang                            ditumbuhi semak serta pepohonan besar. Rombongan Kerajaan                            Belayu tersebut hendak memperluas wilayah tempat tinggal                            warga yang berada di bawah kekuasaannya.&lt;br /&gt;                          &lt;img src="http://www.saradbali.com/edisi95/images/pp2.jpg" vspace="5" width="150" align="right" height="200" hspace="5" /&gt;Bagai                            kisah perjalanan Rsi Markandeya, Mpu dari Jawa Timur,                            saat pertama kali mengadakan perabasan hutan di Besakih,                            kedatangan Raja Belayu bersama pasukan pertama kali                            ke hutan dimaksud ternyata gagal mengadakan pembabatan                            hutan. Para pengikutnya tiba-tiba terserang semut api                            (semut merah) cukup banyak hingga tak sanggup lagi menunaikan                            tugas-tugasnya. Melihat keadaan yang kurang menguntungkan,                            Raja Belayu memerintahkan para warga kembali lagi ke                            desa masing-masing.&lt;br /&gt;                          Menyerah? Belum ternyata, penguasa Puri Belayu kembali                            datang ke alas tadi. Kedatangan yang kedua kali juga                            disertai pengikut cukup banyak. Di antara pengikut itu                            bernama I Wayan Ngiring alias Pan Kayun,---Pan Kayun                            kelak jadi kakek dari Jero Mangku Dalem Purwa.&lt;br /&gt;                          Sesuai rencana yakni membuka kembali lahan baru, maka                            perabasan pun dilakukan. Kali ini memang berhasil, tak                            lagi ada semut merah yang mengganggu.&lt;br /&gt;                          Tiba di satu tempat yang cukup tinggi para perabas hutan                            dikejutkan oleh penemuan benda berupa batu yang bertumpuk.                            Sedangkan di sekitarnya tumbuh pohon andong bang (merah)                            dan kayu pule cukup besar. Orang-orang yang hadir saat                            itu, termasuk kakek Jero Mangku Dalem Purwa meyakini                            lokasi tadi merupakan tempat suci. Mereka tak berani                            mengganggu. Sebaliknya, di tempat itu kemudian didirikan                            sanggar agung sebagai tanda tempat suci. Kawasan suci                            itulah kemudian disebut Pura Hyang Api. Nama Hyang Api                            muncul, mengingat pertama kali pasukan Belayu datang                            dan hendak mengadakan perabasan hutan, ternyata diserang                            semut api.&lt;br /&gt;                          Pasca perluasan lahan untuk tempat tinggal dan pertanian,                            mulailah orang-orang menempati wilayah yang kelak dinamakan                            Desa Adat Seribupati. Saban waktu mereka hadir ke Pura                            Hyang Api memohon karahayuan dan keselamatan. “Itulah                            cerita yang saya tami (wariskan) sampai kini,”                            lanjut Jero Mangku Tantra.&lt;br /&gt;                          Setelah mendekati setengah abad, sekitar tahun 1950-an,                            nama Hyang Api diganti menjadi Pura Luhur Pucak Geni.                            Pergantian dilakukan berdasarkan atas pamuus Ida Batara                            yang disampaikan langsung oleh Jero Dasaran.&lt;br /&gt;                          Mangku Tantra pun warga pangempon Pura Hyang Api yang                            berasal dari tiga banjar, Banjar Seribupati, Padangaling,                            dan Babakan, tiada banyak bertanya sehubungan dengan                            pergantian tersebut. Mengingat semua itu titah dari                            Ida Batara, maka sejak saat itu nama Hyang Api diganti                            jadi Pucak Geni. ”Sampai sekarang orang-orang                            lebih lumrah mengenal pura ini sebagai Pura Luhur Pucak                            Geni,” Mangku Tantra mempertegas.&lt;br /&gt;                          Nama boleh berganti, toh itu tak menyurutkan bakti warga                            yang tangkil ke pura bersatus dangkahyangan ini—status                            dangkahyangan disematkan pada Pura Luhur Pucak Geni                            karena pangempon lebih dari satu banjar dan yang datang                            tangkil juga dari berbagai daerah di Bali—tiada                            pernah surut. Lebih-lebih pada hari rarainan gumi (hari                            suci jagat), seperti Keliwon, Purnama, Tilem, dan hari                            suci lain, masyarakat Hindu seakan berlomba mendatangi                            tempat ini.&lt;br /&gt;                          Ditambah lagi pada saat tertentu, menjelang suksesi                            kepemimpinan atau kegiatan pemilu misalkan, tak jarang                            pamangku dan pangayah mesti rela begadang hingga larut                            malam. Menunggu mereka yang hendak tangkil di malam                            hari. “Beberapa palinggih di pura ini juga ada                            disumbangkan oleh petinggi di daerah ini,” Pamangku                            Anyar Pura Pucak Geni, I Nyoman Genting menambahkan.&lt;br /&gt;                          Rohaniwan ini tiada tahu pasti apakah persembahan tersebut                            sebagai wujud tanda bakti atas berkah yang diterima                            atau ada tujuan lain, membayar kaul setelah sukses meraih                            yang diinginkan, misalkan. Namun, dia tetap berpikiran                            positif, bahwa segala yang dihaturkan ke pura itu berdasarkan                            ketulusan.&lt;br /&gt;                          Lumrahnya tempat suci di Bali, Pura Luhur Puncak Geni                            juga terbagi dalam tiga mandala (bagian). Di areal jaba                            (paling luar) sehari-hari dimanfaatkan untuk parkir                            bagi pamedek (warga yang hendak pergi ke pura). Ketika                            upacara besar banyak dibangun rompok oleh para pedagang.&lt;br /&gt;                          Pada jaba tengah ada beberapa palinggih. Di ujung timur                            laut tepatnya di bawah pohon pule terdapat padmasana                            sebagai stana Ratu Gede Jaksa yang diyakini warga sebagai                            penjaga di pura luhur ini. Bagi orang-orang yang hendak                            sembahyang, sebelumnya mesti melapor di palinggih ini.                            Pun saat hendak berpamitan juga mohon diri dari Ida                            Ratu Gede Jaksa.&lt;br /&gt;                          &lt;img src="http://www.saradbali.com/edisi95/images/pp3.jpg" vspace="5" width="200" align="left" height="150" hspace="5" /&gt;Sedangkan                            di pohon pule berstana Ratu Gede Siwa Sangkara. Kemudian                            ada palinggih apit lawang yang di sebelah Barat (kanan)                            sebagai stana Mahakala dan di kiri (timur) stana Adikala.                            Di kori agung merupakan stana Sanghyang Kala. ”Pohon                            pule ini juga sering dimohon warga dari beberapa desa                            untuk dijadikan punggalan atau prarai (kepala) dari                            sasuhunan barong atau rangda,” sebut Jero Mangku                            Tantra. Sebagai bentuk rasa ikatan dengan Ida Batara                            di Pura Pucak Geni, bagi warga desa yang memohon kayu                            pule untuk barong, maka pada upacara setahun sekali,                            pada Buda Cemeng Kelawu, umumnya warga dari desa bersangkutan                            akan ke tempat suci ini.&lt;br /&gt;                          Berikutnya, di areal jeroan (paling dalam) palinggih                            berderet dari timur hingga ke utara. Pada deret timur,                            paling ujung selatan ada palinggih sebagai stana Ratu                            Ngurah, di utarabnya ada gedong tempat menstanakan lingga                            yoni.&lt;br /&gt;                          Lingga yoni atau dalam bahasa sederhana masyarakat Bali                            kuno disebut pula dengan nama celak kontol lugeng luwih                            , tiada lain merupakan simbol dari kesuburan. Dari simbol                            inilah diharapkan tercipta kesejahteraan, kesuksesan                            di masyarakat.&lt;br /&gt;                          Di sebelah palinggih Lingga Yoni terdapat meru tumpang                            (tingkat) lima yang menjadi stana penguasa atau palinggih                            pusat dari pura ini, yakni Ida Ratu Luhur Pucak Geni.&lt;br /&gt;                          Di samping palinggih tadi, pada deret utara ada meru                            tingkat tujuh tempat pangayatan (perwakilan) Ida Batara                            di Pura Pucak Padangdawa, Kecamatan Baturiti, Kabupaten                            Tabanan. Di baratnya terdapat gedong stana Ratu Mas                            Lingsir. Di sinilah orang yang mengalami sakit akan                            memohon kesembuhan. &lt;a href="http://www.saradbali.com/edisi95/parasparos.htm"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;I Wayan Sucipta.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                          &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-7280527606699326974?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/7280527606699326974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=7280527606699326974&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7280527606699326974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7280527606699326974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/kisah-semut-api-pura-pucak-geni.html' title='Kisah Semut Api Pura Pucak Geni'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-8962273067997606115</id><published>2009-03-09T20:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T20:26:04.403-07:00</updated><title type='text'>Rahajeng nyangre..Rahinan Jagat</title><content type='html'>Rahajeng nyangre rahinan jagat Galungan... Kuningan Lan Nyepi thCaka 1931 broooo. ingetang me bakti lan the bekan makan lawar barak nyan kebus basange....hehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-8962273067997606115?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/8962273067997606115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=8962273067997606115&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/8962273067997606115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/8962273067997606115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/rahajeng-nyangrerahinan-jagat.html' title='Rahajeng nyangre..Rahinan Jagat'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-7274136915158405600</id><published>2009-03-09T19:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T19:35:40.350-07:00</updated><title type='text'>Gong</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gong&lt;/span&gt; adalah alat musik yang biasanya di tabuh dalam acara Yadnya di bali.&lt;br /&gt;gong santai:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3804011/GONG_GE.mp3.html"&gt;gong 1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3803992/GONGGEdit.mp3.html"&gt;gong 2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ampurayang kidik.........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-7274136915158405600?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/7274136915158405600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=7274136915158405600&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7274136915158405600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7274136915158405600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/gong.html' title='Gong'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-3984716668942529550</id><published>2009-03-01T18:01:00.000-08:00</published><updated>2009-03-15T18:50:40.706-07:00</updated><title type='text'>Rindik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb2rHv5BhEI/AAAAAAAAAEc/M9brClAYxSE/s1600-h/IMG_0096.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb2rHv5BhEI/AAAAAAAAAEc/M9brClAYxSE/s320/IMG_0096.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313591284970128450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang Tabuh... DEK NO"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindik&lt;/span&gt; adalah seperangkat alat musik yang menggunakan bambu sebagai bahanbaku utama.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rindik&lt;/span&gt; terdiri dari sebelas nada dan sering diiringi dengan suling sebagai pemanis gambelan atau tabuh tersebut.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Rindik&lt;/span&gt; secara umum dikenal di seluruh Bali dan sering didengarkan atau dipentaskan pada saat ada upacara manusia yadnya.&lt;br /&gt;Musik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rindik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692341/11.RINDIK_R.MP3.html"&gt;Rindik 1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692299/11.RINDIK_R.MP3.html"&gt;Rindik 2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/.http://www.ziddu.com/download/3692272/11.RINDIK_5.MP3.html"&gt;Rindik 3&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3692228/11.RINDIK_4.MP3.html"&gt;Rindik 4&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/.http://www.ziddu.com/download/3692159/11.RINDIK_3.MP3.html"&gt;Rindik 5&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/.http://www.ziddu.com/download/3692141/11.RINDIK_2.MP3.html"&gt;Rindik 6&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3879551/MVI_0098.AVI.html"&gt;Rindik Klip... GTL...h&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-3984716668942529550?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/3984716668942529550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=3984716668942529550&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3984716668942529550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3984716668942529550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/03/rindik.html' title='Rindik'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/Sb2rHv5BhEI/AAAAAAAAAEc/M9brClAYxSE/s72-c/IMG_0096.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-7477533832407426387</id><published>2009-02-25T21:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T19:44:04.837-08:00</updated><title type='text'>Lagu Dharma dan Nyanyian Dharma</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SaaGHw3K_fI/AAAAAAAAAD0/EhqkwbWe3cw/s1600-h/img-albu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 668px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SaaGHw3K_fI/AAAAAAAAAD0/EhqkwbWe3cw/s320/img-albu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307076678836223474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu" darma dalam umat hindu bisa kamu download disini. Dengan lagu dharma kamu menjadi orang yang dharma. jadi lekas download lagu dharma sekarang agar jadi orang yang dharma.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3639934/turuntirtasakingluhur.mp3.html"&gt;Turun Tita&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3639770/idaratusakingluhur.mp3.html"&gt;Ida Ratu Saking Luhur&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3639697/purwakaning.mp3.html"&gt;Purwakaning&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3641961/MantramGayatri.mp3.html"&gt;Gayatri Mantram&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3642017/kawitanwargasari.mp3.html"&gt;Kawitan Wargasari&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3642033/asepmenyanmajegau.mp3.html"&gt;Asep Menyan Majegau&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Lagu Bali&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2984631/DiUbud-Bulanbint.mp3.html"&gt;D Ubud n Band&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3654557/mix-cak2.mp3.html"&gt;Remix Bali&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-7477533832407426387?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/7477533832407426387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=7477533832407426387&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7477533832407426387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7477533832407426387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/02/lagu-dharma.html' title='Lagu Dharma dan Nyanyian Dharma'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SaaGHw3K_fI/AAAAAAAAAD0/EhqkwbWe3cw/s72-c/img-albu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-7918619201622953861</id><published>2009-02-24T19:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T23:09:48.670-08:00</updated><title type='text'>Peradaban Hindu di India</title><content type='html'>&lt;div id="bar"&gt;&lt;div id="topmenu"&gt;&lt;a href="http://erabaru.or.id/Berita-Video/" class="mainlevel-nav"&gt;  &lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img style="width: 363px; height: 145px;" class="caption" src="http://erabaru.or.id/images/stories/sejarah/harappa.jpg" alt="harappa" title="Sebuah peradaban tinggi bernama Harappa pernah berada di India pada ribuan tahun yang lalu dengan lay-out kota yang sangat canggih. " align="left" border="0" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;                                            &lt;!-- Content yg ditampilkan tidak pada Frontpage --&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt; &lt;/table&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="float: left; width: 363px;" class="img_caption left"&gt;   &lt;p&gt;Sebuah peradaban Hindu tinggi bernama Harappa pernah berada di India pada ribuan tahun yang lalu dengan lay-out kota yang sangat canggih. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="pagetitleSmallCopy"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="pagetitleSmallCopy"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="pagetitleSmallCopy"&gt;Penemuan kebudayaan di sungai India kuno, berawal pada abad ke-19 (tahun 1870), dan mulai dieksplorasi oleh bangsa Inggris. Hingga sekarang, penggalian kebudayaan sungai India kuno tidak pernah berhenti, bahkan menemukan lagi sebuah aliran sungai kuno lainnya, pada dua sisi aliran sungai kuno ini tidak sedikit ditemukan juga peninggalan kuno lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p&gt;Di abad 20, awal tahun 1980-an, Amerika dan Pakistan membentuk Lembaga Arkeologi Amerika-Pakistan, dan dengan demikian pekerjaan arkeologi semakin maju.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Kejayaan Sebuah Peradaban&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Munculnya peradaban Harappa lebih awal dibanding kitab Veda, saat itu bangsa Arya belum sampai India. Waktunya adalah tahun 2500 sebelum masehi, bangsa Troya mendirikan kota Harappa dan Mohenjondaro serta kota megah lainnya didaerah aliran sungai India. Tahun 1500 sebelum masehi, suku Arya baru menjejakkan kaki di bumi India Kuno.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Asal mula peradaban India, berasal dari kebudayaan sungai India, mewakili dua kota peninggalan kuno yang paling penting dan paling awal dalam peradaban sungai India, yang sekarang letaknya di kota Mohenjodaro, propinsi Sindu Pakistan dan kota Harappa dipropinsi Punjabi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Menurut penentuan karbon 14, keberadaan kedua kota ini seharusnya adalah antara tahun 2000 hingga 3000 sebelum masehi, lagi pula kota Harappa mengekskavasi perkakas batu 10 ribu tahun lampau. Luasnya kurang lebih 25 km persegi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Awal abad ke-20, arkeolog Inggris Marshell mengekskavasi kota kuno Mohenjondaro dan Hara. Hasilnya tingkat kesibukan dan keramaian kedua kota tersebut membuat Marshell terkejut. Ini adalah bekas ibukota dua negara merdeka pada jaman peradaban sungai India antara tahun 2350-1750 sebelum masehi, penelitian lebih lanjut menghasilkan perhitungan, dua kota masing-masing terdapat sekitar 30 hingga 40 ribu penduduk, lebih banyak dibanding penduduk kota London yang paling besar pada abad pertengahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kota dibagi 2 bagian yaitu kota pemerintahan dan kota administratif. Kota administratif adalah daerah pemukiman, tempat tinggal yang padat dan jalan raya yang silang menyilang, kedua sisi jalan banyak sekali toko serta pembuatan barang-barang tembikar. Kota pemerintahan adalah wilayah istana kerajaan. Fondasi bangunan yang luas membuat jarak terhadap penduduk, pagar tembok yang tinggi besar disekeliling dan menara gedung mencerminkan kewibawaan Raja. Sistim saluran air bawah tanah yang sempurna dengan menggunakan bata membuat kehidupan kota manusia sudah berubah menjadi nyata&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div style="float: left; width: 261px;" class="img_caption left"&gt;&lt;img class="caption" src="http://erabaru.or.id/images/stories/sejarah/harappa1.jpg" alt="harappa1" width="261" align="left" border="0" height="176" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Puing-puing menunjukkan Harappa merupakan sebuah kota yang mempunyai rancangan bangunan disekeliling ruang lingkup tertentu, kurang lebih menggunakan bahan yang sama, segalanya sangat teratur, bahwa pada tahun 3000 sebelum masehi, orang-orang membangun kota dengan skala yang sedemikian, memperlihatkan tingginya peradaban mereka. Kedua kota ini hilang pada tahun 1750 sebelum masehi, kira-kira dalam waktu 1000 tahun kebelakang, didaerah aliran sungai India tidak pernah ada lagi kota yang demikian megahnya, namun pada 500 tahun lampau, ketika bangsa Arya datang menginvasi, kebudayaan Harappa sudah merosot.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sejarah peradaban India kuno lalu menampakkan suatu kondisi patah, hingga muncul kerajaan baru pada abad ke-6 sebelum masehi, peradaban kota baru jaya kembali di aliran sungai India. Perkembangan peradaban tinggi India kuno terhadap bangkit dan musnahnya budaya Harappa, telah menambah sebuah misteri pada peradaban India. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-7918619201622953861?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/7918619201622953861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=7918619201622953861&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7918619201622953861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7918619201622953861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/02/peradaban-hindu-di-india.html' title='Peradaban Hindu di India'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-3823460837418316664</id><published>2009-02-24T19:47:00.001-08:00</published><updated>2009-02-24T19:50:12.895-08:00</updated><title type='text'>Ramayana</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt; &lt;/table&gt;  &lt;!-- THIS IS MY HACK FOR OUR WEBSITE --&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="toolbar-articlebody"&gt; &lt;div style="float: left; width: 352px;" class="img_caption left"&gt;&lt;p&gt;Foto-foto dari NASA yang memperli&lt;img class="caption" src="http://erabaru.or.id/images/stories/jembatanrama.jpg" alt="Foto-foto dari NASA yang memperlihatkan keberadaan jembatan prasejarah seperti legenda Rama - Shinta" title="Foto-foto dari NASA yang memperlihatkan keberadaan jembatan prasejarah seperti legenda Rama - Shinta" width="352" align="left" border="0" height="149" /&gt;hatkan keberadaan jembatan prasejarah seperti legenda Rama - Shinta&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah jembatan alam misterius yang dinamakan jembatan Rama (disebut juga Jembatan Adam), membentang sepanjang 30 km diselat Palk yang memisahkan India dan Srilanka. Lengkungan jembatan yang unik dan komposisi alamiahnya seakan-akan buatan tangan manusia.  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan penelitian legenda arkeologi menyebutkan bahwa usia jembatan ini 1,7 juta tahun yang lalu. Namun menurut hasil penelitian dari Universitas Bharathidasan, Tiruchi, yang dipimpin oleh Prof. S.M. Ramasamy mengatakan usia jembatan Rama ini baru berusia 3.500 tahun yang lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun begitu beberapa kelompok penganut agama Hindu, mengklaim jembatan ini berkaitan dengan epik Ramayana dan foto-foto dari NASA ini semakin memperkuat keyakinan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam cerita Ramayana, mengisahkan jembatan ini dibangun atas permintaan Rama untuk menyelamatkan istrinya yang diculik oleh Rahwana.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jembatan ini dibangun dengan menggunakan batu dan pasir apung, namun para Dewa mengatakan dikemudian hari batuan tersebut akan menancap ke dasar laut, yang akhirnya menciptakan rangkaian batu karang. (EpochTimes)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-3823460837418316664?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/3823460837418316664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=3823460837418316664&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3823460837418316664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3823460837418316664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/02/ramayana.html' title='Ramayana'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-8586172033871646523</id><published>2009-02-24T19:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T19:52:24.447-08:00</updated><title type='text'>Mahabharata</title><content type='html'>&lt;span class="content"&gt;Mahabharata, adalah sebuah wiracarita India kuno yang terkenal, berbahasa Sansekerta, yang melukiskan tentang konflik keturunan Pandu dan Dritarastra dalam memperebutkan takhta kerajaan. Bersama dengan Ramayana disebut sebagai 2 besar wiracarita India, yang ditulis pada tahun 1500 SM, dan hingga kini sudah sampai sekitar lebih dari 3.500 tahun. Fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut, masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya, artinya peristiwa yang dicatat dalam buku, kejadiannya hingga kini kira-kira telah lebih dari 5.000 tahun yang silam.&lt;/span&gt;             &lt;p class="content" align="justify"&gt;Buku ini telah mencatat kehidupan dua saudara sepupu yakni Kurawa dan Pandawa yang hidup di tepian sungai Gangga, serta dua kali perang hebat antara kerajaan Alengka dan Astina. Namun yang membuat orang tidak habis pikir, kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang begitu besar. Spekulasi baru dengan berani menyebutkan perang yang dilukiskan tersebut, kemungkinan adalah semacam perang nuklir!&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="content" align="justify"&gt;Perang pertama kali dalam buku catatan dilukiskan seperti berikut ini: bahwa Arjuna yang gagah berani, duduk dalam Weimana (sarana terbang yang mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal, roket yang dapat menimbulkan sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh, seperti hujan lebat yang kencang, mengepungi musuh, kekuatannya sangat dahsyat. Dalam sekejap, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk di atas wilayah Pandawa, angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup, wuuus.... wuuus...., disertai dengan debu pasir, burung-burung bercicit panik... seolah-olah langit runtuh, bumi merekah. Matahari seolah-olah bergoyang di angkasa, panas membara yang mengerikan yang dilepaskan senjata ini, membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang, di kawasan darat yang luas, binatang-binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan udang dan lainnya semuanya mati. Saat roket meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat prajurit musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="content" align="justify"&gt;Jika akibat yang ditimbulkan oleh senjata Arjuna bagaikan sebuah badai api, maka akibat serangan yang diciptakan oleh bangsa Alengka juga merupakan sebuah ledakan nuklir dan racun debu radioaktif.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="content" align="justify"&gt;Gambaran yang dilukiskan pada perang dunia ke-2 lebih membuat orang berdiri bulu romanya dan merasa ngeri: pasukan Alengka menumpangi kendaraan yang cepat, meluncurkan sebuah rudal yang ditujukan ke-3 kota pihak musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah. Mayat yang terbakar, sehingga tidak bisa dibedakan, bulu rambut dan kuku rontok terkelupas, barang-barang porselen retak, burung yang terbang terbakar gosong oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para prajurit terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="content" align="justify"&gt;Spekulasi perang Mahabharata sebagai perang nuklir diperkuat dengan adanya penemuan arkeologis. Para arkeolog menemukan banyak puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu sungai Gangga yang terjadi pada perang seperti yang dilukiskan di atas. Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800 C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa mencapai suhu yang demikian.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="content" align="justify"&gt;Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah tangga yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan percobaan nuklir saat ini.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="content" align="justify"&gt;Semua temuan arkeologis ini sesuai dengan catatan sejarah yang turun-temurun, kita bisa mengetahui bahwa manusia juga pernah mengembangkan peradaban tinggi di India pada 5.000 tahun silam, bahkan mengetahui cara menggunakan reaktor nuklir, namun oleh karena memperebutkan kekuasaan dan kekayaan serta menggunakan dengan sewenang-wenang, sehingga mereka mengalami kehancuran. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;p class="content" align="justify"&gt;Sebagai perbandingan, reaktor nuklir pada 2 miliar tahun silam pernah dimanfaatkan di Oklo, Afrika Selatan. Manusia dapat memanfaatkan nuklir untuk tujuan damai, sekaligus memanfaatkan topografi alam menimbun limbah nuklir, peradaban materiil taraf tinggi ini jelas dikembangkan melalui peradaban jiwa yang relatif tinggi, beroperasi selama 500 ribu tahun, mewakili perdamaian dan kemakmuran 500 ribu tahun. Kalau tidak, penggunaan senjata nuklir yang saling menyerang seperti wiracarita yang dilukiskan dalam peradaban India kuno, mungkin jika tidak hancur dalam 50 tahun, akan mengalami penghancuran dengan sendirinya!&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;           &lt;/div&gt;Teknologi reaktor nuklir pada manusia modern baru beberapa dasawarsa saja ditemukan, hanya demi masalah limbah nuklir saja telah berdebat tiada henti, apalagi memperdebatkan yang lainnya, kita benar-benar harus merasa malu dengan manusia zaman prasejarah untuk hal seperti ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-8586172033871646523?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/8586172033871646523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=8586172033871646523&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/8586172033871646523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/8586172033871646523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/02/mahabharata-adalah-sebuah-wiracarita.html' title='Mahabharata'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-4258894511443349495</id><published>2009-02-24T15:45:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T15:50:19.559-08:00</updated><title type='text'>Batu PERU(ICA)</title><content type='html'>&lt;div id="toolbar-articlebody"&gt; &lt;div style="float: left; width: 255px;" class="img_caption left"&gt;&lt;img style="width: 242px; height: 190px;" class="caption" src="http://erabaru.or.id/images/stories/sejarah/batuperu.jpg" alt="batu-peru" align="left" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;Di dataran utara Nasca, Peru, terdapat sebuah desa bernama ICA yang memiliki sebuah museum batu. Di dalam museum tersebut terpajang lebih dari 10.000 batu misterius yang terukir aneka gambar, sejumlah besar gambar yang sulit dipercaya, yang tercatat adalah sebuah peradaban manusia purbakala yang sangat maju yang telah musnah, gambar-gambar batu ini disebut prasasti batu ICA.  &lt;div align="justify"&gt;Menurut laporan media setempat, batuan-batuan yang terukir gambar yang disimpan di museum tersebut mulai ditemukan dalam skala besar ketika bendungan di Sungai ICA jebol. Gambar yang terukir di atas batu tersebut antara lain galaksi angkasa, binatang purbakala, daratan prasejarah, bencana dahsyat zaman dulu dan beberapa goresan kategori lain.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut prediksi batu-batu langka yang dikumpulkan ini mungkin sudah ribuan tahun sejarahnya. Ahli terkait telah mengadakan tes kimia pada batu tersebut, dan hasilnya menunjukkan, bahwa batu-batu tersebut berasal dari sungai setempat dan merupakan batu Gunung Andes, permukaannya ditutupi dengan selapisan oksida. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ilmuwan Jerman disimpulkan bahwa bekas ukiran di atas batu tersebut sudah sangat lama sejarahnya, dan batu yang ditemukan disekitar gua, terdapat fosil organisme jutaan tahun silam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh ilmuwan, manusia-manusia purbakala pada batu ukiran tersebut dinamakan “bangsa geological”, ditilik dari gambar batu ukiran tersebut, mereka memiliki peradaban yang sangat maju. Di atas batu ukiran tersebut dilukiskan tentang operasi transplantasi organ, transfusi darah, teleskop, peralatan medis, manusia yang mengejar dinosaurus dan lain-lain pemandangan yang sulit dijelaskan secara ilmiah oleh ilmu pengetahuan modern.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam gambar batu-batu ini, orang-orang bisa melihat secara jelas suasana kehidupan manusia bersama dengan dinosaurus dan ditilik dari gambar tersebut, perbandingan postur dinosaurus dengan manusia yang dilukiskan tidak berbeda jauh, dinosaurus bagaikan hewan piaraan, atau mungkin binatang yang dijinakkan orang-orang kala itu. Menurut ilmuwan, bahwa dinosaurus sudah punah sejak ratusan juta tahun silam, namun yang membingungkan adalah bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan raksasa dinosaurus?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah batu yang dipahat dengan seekor Triceratops. Tampang dinosaurus ini sangat mirip dengan badak, namanya diambil dari 3 buah tanduk di kepalanya, seorang manusia menunggang di atas punggung Triceratops, tangannya menggengam senjata seperti kampak. Dan pada batu lainnya, tampak seorang manusia tengah menunggang di atas punggung dinosaurus. Selain itu, di atas sebuah batu terukir sebuah gambar, seorang manusia yang panik tampak dikejar oleh Tyrannosaurus Rex.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut penuturan pemiliknya yakni Dr. Javier Cabrera, bangsa geological tahu bahwa di galaksi yang jauh terdapat kehidupan taraf tinggi, mereka memiliki teknologi angkasa yang hebat, tidak perlu memakai sumber energi yang dikenal manusia modern, tapi bisa melakukan perjalanan antar planet.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di museum tersebut, ada beberapa gambar yang melukiskan bumi pada 13 juta tahun silam yang tampak dari angkasa. Ada 4 buah gambar pada ukiran tersebut persis seperti peta dunia, dan menurut sejumlah ahli, daratan yang dilukiskan pada peta-peta tersebut adalah daratan purbakala yang hingga sekarang masih merupakan misteri yakni daratan Atlantis, dalam dokumen kuno yang ditemukan juga ada gambaran tentang daratan purbakala yang tenggelam. Setelah ditentukan dengan bahan-bahan oleh ahli geologi terbukti, bahwa ke empat batu tersebut memang benar merupakan peta dunia pada 13 juta tahun silam, bahkan sangat tepat dan akurat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di tilik dari gambar batu ukiran tersebut, bangsa geological menguasai teknologi medis yang tinggi, misalnya transplantasi otak besar, serta bagaimana cara mengatasi reaksi penolakan organ dalam proses transplantasi, dan penerapan teknologi-teknologi ini baru mulai dalam ilmu kedokteran modern. Salah satu gambar yang terukir dalam batu melukiskan pemisahan dan pengambilan benda berbentuk gelembung dalam lingkaran janin ibu hamil, dan menginjeksinya ke dalam tubuh pasien yang menanti transplantasi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada batu ukiran tersebut juga dilukiskan tentang teknologi pembiusan dengan akuputur dalam operasi kedokteran. juga ada batu-batu yang mengukir gambar tentang gen genetik.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih unik lagi, sejumlah gambar pada batu ukiran tersebut sama dengan gambar raksasa di dataran Nasca, ribuan bentuk dari potongan batu koral ini karya siapa, dan apa artinya, hingga sekarang masih merupakan misteri, namun, apakah garis atau bentuk batu-batu tersebut ada hubungannya dengan ukiran batu ICA, belum dapat di buktikan.(erabaru.or.id)&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-4258894511443349495?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/4258894511443349495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=4258894511443349495&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/4258894511443349495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/4258894511443349495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/02/di-dataran-utara-nasca-peru-terdapat.html' title='Batu PERU(ICA)'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-8070859485923874858</id><published>2009-02-01T18:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T18:51:15.567-08:00</updated><title type='text'>Buku Seribu Mimpi</title><content type='html'>Mimpi sering diartikan bunga mimpi oleh sebagian orang, namun mimpi juga sering mengandung arti bagi sebagian orang yang lain namun ada juga yang mengartikan mimpi sebagai rezeki dalam hal ini orang" yang menyukai nomer yang jitu.&lt;br /&gt;maka dari itu dalam kesempatan ini saya sertai arti mimpi dalam nomer. semoga membantu saudara" yang senang dengan nomer mimpi.&lt;br /&gt;BUKU MIMPI KHUSUS 2D :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01 = 05 – 95 – 12 – 45&lt;br /&gt;Setan – Bandeng – Obor – Jambu Mente – Tangan – Betara Kala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02 = 16 – 53 – 09 – 35&lt;br /&gt;Sarjana – Bekicot – Loncat Tinggi – Wortel – Sandal – Betara Brahma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03 = 32 – 52 – 85 – 25&lt;br /&gt;Orang Mati – Angsa - Loncat Galah – Sawi – Kaki – Subali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04 = 12 – 65 – 05 – 15&lt;br /&gt;Kwan Im – Merak – Lompat Jauh – Kangkung – Balon – Dewi Ratih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05 = 01 – 89 – 10 – 39&lt;br /&gt;Kepala Rampok – Singa – Loncat Indah – Kayu Manis – Kereta Api - Garu Langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06 = 20 – 91 – 51 – 41&lt;br /&gt;Dewi Bulan – Kelinci – Renang – Kapas – Boneka – Dewi Sri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07 = 24 – 58 – 57 – 08&lt;br /&gt;Pelayan – Babi – Perahu Layar – Bawang – Pancing – Sulatri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08 = 17 – 57 – 04 – 07&lt;br /&gt;Maling Kecil – Macan – Motor Boat – Kecubung – Pasar – Talamaria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09 = 33 – 87 – 88 – 37&lt;br /&gt;Jendral – Kerbau – Mendayung – Kates (Pepaya) – Jala – Bima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 = 18 – 82 – 03 – 32&lt;br /&gt;Kelenteng – Kelabang – Menyelam – Kelapa – Bir – Sang Pamuji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 = 15 – 77 – 02 – 27&lt;br /&gt;Menteri Serakah – Anjing – Lari Cepat – Sapu – Kipas – Sengkuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 = 04 – 69 – 17 – 19&lt;br /&gt;Penasehat Perang – Kuda – Lari Gawang – Lemon – Bola Lampu – Wibisana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 = 14 – 79 – 07 – 29&lt;br /&gt;Penjaga Pintu – Gajah – Lari Estafet – Kipas Angin – Keris – Prabukesa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 = 13 – 96 – 08 – 46&lt;br /&gt;Potong Babi – Onta – Tolak Peluru – Jembatan – Spet (Suntikan) – Jaya Langsuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 = 11 – 54 – 00 – 04&lt;br /&gt;Hakim – Tikus – Lempar Martil – Kantor Pos – Sekrup – Kresna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 = 02 – 74 – 15 – 24&lt;br /&gt;Orang Sakit Gudig – Tawon – Lempar Cakram – Surat – Nanas – Jembawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 = 08 – 88 – 13 – 38&lt;br /&gt;Pemadat – Bangau – Lempar Lembing – Durian – Telepon – Buto Terong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 = 10 – 78 – 01 – 28&lt;br /&gt;Kas Uang – Kucing – Polo Air – Lombok – Kantor Polisi – Bisma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 = 27 – 62 – 54 – 12&lt;br /&gt;Pelavur Kelas Tinggi – Kupu Kupu – Sepakbola – Srikaya – Ban Sepeda – Banowati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 = 06 – 72 – 19 – 22&lt;br /&gt;Istri Sejati – Lalat – Volleyball – Palu – Ban Mobil – Setiawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 = 22 – 93 – 55 – 43&lt;br /&gt;Pelacur Umum – Walet – Bulutangkis – Permen – Kapak – Lesmanawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 = 21 – 70 – 50 – 20&lt;br /&gt;Peti Mati – Capung – Tenis – Terong – Harmonika – Arjuna dan Sembadra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 = 30 – 84 – 81 – 34&lt;br /&gt;Setan Gantung – Kera – Bola Basket – Pisang – Piano – Wilkampana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 = 07 – 66 – 14 – 16&lt;br /&gt;Sumber Air – Katak – Tenis Meja – Sikat Gigi – Padi – Dewa Ruci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 = 35 - 85 – 82 – 03&lt;br /&gt;Menantu Raja – Rajawali – Baseball – Jagung – Tapal Gigi – Kangsa Dewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 = 31 – 90 – 80 – 40&lt;br /&gt;Raja – Naga – Hockey – Ganggang – Mesin Jahit – Samiaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 = 19 – 61 – 06 – 11&lt;br /&gt;Wanita Cantik – Kura Kura – Bola Sodok – Sabun Bubuk – Otak – Dewi Supraba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 = 29 – 68 – 56 – 18&lt;br /&gt;Pencari Kayu – Ayam – Menembak – Tomat – Jarum – Nakula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 = 28 – 63 – 53 – 13&lt;br /&gt;Pendeta Sakti – Belut – Panahan – Kursi – Koran – Sidiwacana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 = 23 – 99 – 58 – 49&lt;br /&gt;Nelayan – Ikan Mas – Angkat Besi – Belimbing – WC – Nagatatmala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 = 26 – 94 – 59 – 44&lt;br /&gt;Anggota Kelamin – Udang – Senam – Cacing Pita – Sangkar Burung – Yuyu Rumpung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32 = 03 – 60 – 18 – 10&lt;br /&gt;Ahli Nujum – Ular – Yudo – Kamar Mandi – Tali – Abiyasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33 = 09 – 86 – 16 – 36&lt;br /&gt;Pengemis – Laba Laba – Gulat – Gigi – Sabun – Petruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34 = 36 – 73 – 89 – 23&lt;br /&gt;Orang Buta – Rusa – Silat – Jamu – Paru Paru – Destarata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35 = 25 – 75 – 52 – 02&lt;br /&gt;Wanita – Kambing – Tinju – Lambung – Jalan Jalan – Drupadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36 = 34 – 83 – 87 – 33&lt;br /&gt;Pendeta Wanita – Musang – Balap Sepeda – Manggis – Rumah Obat – Sayempraba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37 = 38 – 59 – 83 – 09&lt;br /&gt;Orang Bongkok – Ikan Gabus – Balap Mobil – Anggur – B.H - Truk – Gareng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38 = 37 – 67 – 84 – 17&lt;br /&gt;Putri Raja – Cendrawasih – Balap Sepeda Motor – Engsel – Drum – Untari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39 = 44 – 55 – 77 – 05&lt;br /&gt;Kekasih – Kalajengking – Balap Kuda – Topi – Bemo – Narasuma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40 = 43 – 76 – 78 – 26&lt;br /&gt;Penolong – Gelatik – Golf – Tang – Peci – Widura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41 = 49 – 56 – 76 – 06&lt;br /&gt;Pahlawan – Kepiting – Lompat Kuda – Lilin – Sabuk – Warsaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42 = 45 – 97 – 72 – 47&lt;br /&gt;Jejaka Tua – Buaya – Gerak Jalan – Catur – Dokter – Lesmana Widakta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43 = 40 – 71 – 41- 21&lt;br /&gt;Janda Muda – Ikan Suro – Anggar – Mawar – Grendel – Sumbadra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44 = 39 – 81 – 86 – 31&lt;br /&gt;Berandal – Badak – Ski Air – Seruling – Sisir – Citraksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45 = 42 – 51 – 75 – 01&lt;br /&gt;Pengembara – Banteng – Terbang Layang – Kendi – Tas – Rama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46 = 48 – 64 – 73 – 14&lt;br /&gt;Nenek Moyang – Orang Utan – Terjun Bebas – Sikat – Toko – Hyang Wenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47 = 50 – 92 – 21 – 42&lt;br /&gt;Banci – Zebra – Upacara Bendera – Tangga – Hotel – Stuna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48 = 46 - 00 – 79 – 50&lt;br /&gt;Si Ceroboh – Landak – Main Catur – Garuk – Gedung Bioskop – Dasamuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49 = 41 – 80 – 70 – 30&lt;br /&gt;Drakula – Kelelawar – Mendaki Gunung – Cetok – Rok – Betari Durga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50 = 47 – 98 – 74 – 48&lt;br /&gt;Orang Eskimo – Beruang – Pembawa Obor – Pacul – Guru – Bagong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51 = 55 – 45 – 22 – 95&lt;br /&gt;Ahli Filsafat – Kerang – Patelele – Tebu – Celana – Narodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52 = 66 – 03 – 99 – 85&lt;br /&gt;Raja Laut - Ikan Paus – Main Tali – Matahari – Dompet – Antasena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53 = 82 – 02 – 35 – 52&lt;br /&gt;Penjual Silat – Ikan Duri – Akrobat – Rambutan – Taxi – Abimanyu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54 = 62 – 15 – 95 – 65&lt;br /&gt;Raja Kera – Ikan Lele – Sepatu Roda – Kalung – Dokar – Kera Hanoman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55 = 51 – 39 – 20 – 89&lt;br /&gt;Pertapa – Kangguru – Kasti – Gelang – Kemaron – Rd Seta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56 = 70 – 41 - 71 – 91&lt;br /&gt;Budak – Ikan Duyung – Ringen – Kenanga – Cikar – Limbuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57 = 74 – 08 – 47 – 58&lt;br /&gt;Anak Sakti – Ulat Sutera – Layang Layang – Sepatu – Ranjang – Gatotkaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58 = 67 – 07 – 94 – 57&lt;br /&gt;Penari – Cumi Cumi – Main Kelereng- Rumah – Sekolahan – Selir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59 = 83 – 37 – 38 – 87&lt;br /&gt;Putra Raja – Kakak Tua – Dakon – Kedondong – Kaos – Rd Lesmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60 = 68 – 32 – 93 – 82&lt;br /&gt;Kepala Polisi – Cecak – Karambol – Delima – Handuk – Sentiyaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61 = 65 – 27 – 92 – 77&lt;br /&gt;Pedagang – Kecoak – Gendongan – Kacamata – Buku – Baladewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62 = 54 – 19 – 27 – 69&lt;br /&gt;Pagoda – Walang Kadung – Petan – Termos – Selendang Pelangi – Candi Sapta Arga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63 = 64 – 29 - 97 – 79&lt;br /&gt;Pendekar Wanita – Kumbang – Treksando – Bantal – Jendela – Larasati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64 = 63 – 46 – 98 – 96&lt;br /&gt;Dewa Uang – Kuda Laut – Bandulan – Apel – Guling – Betara Indra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65 = 61 – 04 – 90 – 54&lt;br /&gt;Raja Setan – Ikan Hiu – Kayang – Klompen – Petromak – Kala Srenggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66 = 52 – 24 – 25 – 74&lt;br /&gt;Dewa Bumi – Jerapah – Sawatan – Sukun – Gelas – Anta Boga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67 = 58 – 38 – 23 – 88&lt;br /&gt;Penjual Daging – Burung Onta – Engrang – Sendok – Korek Api – Abilawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68 = 60 – 28 – 91 – 78&lt;br /&gt;Pembuat Pedang – Burung Hantu – Panjat Pinang – Pisau – Garpu – Cepot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69 = 77 – 12 – 44 – 62&lt;br /&gt;Pencari Jejak – Mimi – Engkleh – Gunting – Gunung – Antareja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70 = 56 – 22 – 29 – 72&lt;br /&gt;Panglima – Keledai – Tarik Tambang – Lampu Minyak – Rumah Makan – Adipati Karna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71 = 72 – 43 – 45 – 93&lt;br /&gt;Pemburu – Macan Tutul – Lempar Karet – Sumur – Baju – Pandu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72 = 71 – 20 – 40 – 70&lt;br /&gt;Dewa Langit – Ikan Terbang – Ik Ol – Kran Air – Arloji – Betara Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73 = 80 – 34 – 31 – 84&lt;br /&gt;Tuan Tanah – Semut – Tulupan – Anting Anting – Bintang – Dursasana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74 = 57 – 16 – 24 – 66&lt;br /&gt;Bajak Laut – Pinguin – Setipan – Gentong – Radio – Indrajit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75 = 85 – 35 – 32 – 53&lt;br /&gt;Suami Istri – Bebek – Balapan Lari – Nangka – Lemari – Ratih dan Kamajaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76 = 81 – 40 – 30 – 90&lt;br /&gt;Jendral Wanita – Nyamuk – Teplekan – Mata – Timbangan – Srikandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77 = 69 – 11 – 96 – 61&lt;br /&gt;Walikota – Penyu – Bekel – Cincin – Payung – Togog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78 = 79 – 18 – 46 – 68&lt;br /&gt;Orang Kaya – Ikan Gergaji – Balap Becak – Semangka – Wajan – Lesmana Mandrakumara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79 = 78 – 13 – 43 – 63&lt;br /&gt;Jendral Serakah – Orong Orong – Okol – Jeruk Bali – Kompor – Suyudana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80 = 73 – 49 – 48 – 99&lt;br /&gt;Kepala Desa – Bajing – Apollo – Potlot – Ceret – Semar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81 = 76 – 44 – 49 – 94&lt;br /&gt;Penipu – Kancil – Damdaman – Hidung – Cangkir – Aswatama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82 = 53 – 10 – 28 – 60&lt;br /&gt;Gembala – Kuda Nil – As – Telinga – Berlian – Udawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83 = 59 – 36 – 26 – 86&lt;br /&gt;Ibu Suri – Ikan Layur – Dadu – Kumis – Pipa – Dewi Kunti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84 = 86 – 23 – 39 – 73&lt;br /&gt;Budha – Kalkun – Salto – Mulut – Kacang Tanah – Bagaspati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85 = 75 – 25 – 42 – 52&lt;br /&gt;Wanita Sihir – Jangkrik – Latihan Hansip – Teratai – Pintu – Sarpakenaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86 = 84 – 33 – 37 – 83&lt;br /&gt;Dewa maut – Ikan Sampan – Gerak Badan – Salak - Rokok – Yamadipati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87 = 88 – 09 – 33 – 59&lt;br /&gt;Orang Gila – Betet – Kerja Bakti – Botol – Toilet – Buriswara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88 = 87 – 17 – 34 – 67&lt;br /&gt;Dewi Mega – Domba – Balap Karung – Jeruk Manis – Piring – Wilutama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89 = 94 – 05 – 67 – 55&lt;br /&gt;Pemabuk – Ikan Bendera – Setopan – Jeruk Keprok – Ember – Bomanarakasura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90 = 93 – 26 – 68 – 76&lt;br /&gt;Tawanan – Trenggiling – Perempatan Jalan – Pil – Sawah – Shinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91 = 99 – 06 – 66- 56&lt;br /&gt;Siluman Air – Serigala – Ambulans – Bambu – Toples – Witaksini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92 = 95 – 47 – 62 – 97&lt;br /&gt;Putri Kipas Besi – Ikan Tengiri – Garis Finish – Apokat – Sarung – Siti Sundari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93 = 90 – 21 – 61 – 71&lt;br /&gt;Penjilat – Babi Hutan – Perahu Layar – Kaos Kaki – Lapangan – Durna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94 = 89 – 31 – 36 – 81&lt;br /&gt;Kwan Kong – Ikan Kakap – Pemandian – Jambu – Pen – P.Salya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95 = 92 – 01 – 65 – 51&lt;br /&gt;Petani – Perkutut – Jalan Raya – Kunci – Pisau Cukur – Irawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96 = 98 – 14 – 63 – 64&lt;br /&gt;Prajurit – Ikan Nus – Laut – Mangga – Minyak Angin – Citrayuda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97 = 00 – 42 – 11 – 92&lt;br /&gt;Raksasa – Tokek – Kali Brantas – Sirsak – Lemari Es – Prahasta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98 = 96 – 50 – 69 – 00&lt;br /&gt;Penjaga Malam – Tongkol – TV – Lengkeng – Kecelakaan – Trijati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99 = 91 – 30 – 60 – 80&lt;br /&gt;Hidung Belang – Burung Jalak – Bayi – Kodak – Meja – Arjuna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00 = 97 – 48 – 64 – 98&lt;br /&gt;Penyair – Tapir – Sempritan – Rembulan – Tanggalan - Kumbakarna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISTIK ANGKA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mistik lama : 0-1 ; 2-5 ; 3-8 ; 4-7 ; 6-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mistik baru : 0-8 ; 1-7 ; 2-6 ; 3-9 ; 4-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;index : 0-5 ; 1-6 ; 2-7 ; 3-8 ; 4-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam TKTM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-8070859485923874858?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/8070859485923874858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=8070859485923874858&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/8070859485923874858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/8070859485923874858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/02/buku-seribu-mimpi.html' title='Buku Seribu Mimpi'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-1958582665068164881</id><published>2009-01-27T21:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T22:42:45.512-08:00</updated><title type='text'>KARYA  AGUNG" PANCA WALI KRAMA "</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"KARYA AGUNG PANCA WALI KRAMA DAN BHATARA TURUN KABEH"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DI PURA AGUNG BESAKIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAHUN 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karya Agung Panca Wali Krama (Panca Bali Krama) dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, yaitu pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tilem Caitra &lt;/span&gt;(Tilem Kesanga) ketika taun Saka berakhir dengan nol (Rah Windu). Upacara Panca Wali Krama (Panca Bali Krama) untuk tahun Saka 1930 ini akan jatuh pada hari Rabu Paing Kuningan, tanggal 25 Maret 2009.&lt;br /&gt;karya Agung panca Wali Krama yang pada intinya adalah pelaksanaan dari Bhuta yajna dan dewa yajna yang bermakna untuk menyucikan alam semesta menuju tatanan yang harmoni. untuk itu semestinya seluruh umat Hindu melaksanakan Yasa kirti, sebagai perwujudan dari pelaksanaan Tapa-Brata-Yoga,pengendalian diri,pemusatan dan penyusian pikiran.&lt;br /&gt;Panca Wali Krama  berasal dari kata:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Panca yang berarti Lima&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wali yang berarti Kembali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Krama yang berarti Kumpulan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Jadi Panca Wali Krama bisa diartika  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kumpulan lima kekuatan yang baik yang kembali menyeimbangkan bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-1958582665068164881?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/1958582665068164881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=1958582665068164881&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1958582665068164881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1958582665068164881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/01/karya-agung-panca-wali-krama.html' title='KARYA  AGUNG&quot; PANCA WALI KRAMA &quot;'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-7915052923791901280</id><published>2009-01-26T03:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T23:08:15.238-08:00</updated><title type='text'>संघ्यंग Jaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://s672.photobucket.com/albums/vv86/mang_ajust/?action=view&amp;amp;current=24.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 446px; height: 454px;" src="http://i672.photobucket.com/albums/vv86/mang_ajust/24.jpg" alt="Sanghyang Jaran" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SangHyang Jaran biasanya ditarikan oleh seorang pria atau seorang pemangku yang mengendarai sebuah kuda-kudaan yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Penarinya kerasukan roh kuda tunggangan dewata dari khayangan, diiringi dengan nyanyian paduan suara yang melagukan gending sanghyang, berkeliling sambil memejamkan mata, berjalan dan berlari-kecil dengan kaki telanjang, menginjak-injak bara api batok kelapa yang dihamparkan di tengah arena.Tari ini diselenggarakan pada saat-saat prihatin atau ada masalah atau suatu bencana, misalnya terjadi wabah penyakit atau kejadian lain yang meresahkan masyarakat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-7915052923791901280?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/7915052923791901280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=7915052923791901280&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7915052923791901280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7915052923791901280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/01/sanghyang-jaran-biasanya-ditarikan-oleh.html' title='संघ्यंग Jaran'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-3915778354068989857</id><published>2009-01-26T02:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T03:02:11.175-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SX2Xlxrt48I/AAAAAAAAAC8/wumVfigfgoM/s1600-h/185384895_b4f2de2bc0_m.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SX2Xlxrt48I/AAAAAAAAAC8/wumVfigfgoM/s400/185384895_b4f2de2bc0_m.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295555412105225154" /&gt;Penjor&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjor adalah simbul Gunung Agung. &lt;br /&gt;Segala pala bungkah- pala gantung dan sajen pada sanggah penjor, melambangkan persembahan terhadap Bhatara di Gunung Agung (Bhatara Giri Putri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, Gunung adalah sumber dari kesuburan dan akhirnya ke kemakmuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya penjor yang menggunakan unsur lengkap (sanggah, padi, pala bungkah dan sebagainya) dapat dipergunakan dalam upacara keagamaan menurut fungsinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjor untuk dekorasi (bukan Upacara keagamaan) tidak diperbolehkan mempergunakan unsur- unsur tersebut di atas, tetapi hanya menggunakan hiasan- hiasannya saja (bila dengan sampian hendaknya tanpa porosan). Penjor dekorasi biasanya dipakai  untuk sarana pelengkap agar tampak indah seperti didepan hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-3915778354068989857?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/3915778354068989857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=3915778354068989857&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3915778354068989857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/3915778354068989857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/01/penjor-penjor-adalah-simbul-gunung.html' title=''/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SX2Xlxrt48I/AAAAAAAAAC8/wumVfigfgoM/s72-c/185384895_b4f2de2bc0_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-7527303723261105378</id><published>2009-01-18T21:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T19:20:03.413-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQP0gJLMBI/AAAAAAAAACU/43FwUisdMIo/s1600-h/Aum1.ico"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 217px; height: 235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQP0gJLMBI/AAAAAAAAACU/43FwUisdMIo/s400/Aum1.ico" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292872856723206162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aksara Tuhan Yang Maha Esa dalam umat &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hindu&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AUM&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-7527303723261105378?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/7527303723261105378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=7527303723261105378&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7527303723261105378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/7527303723261105378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/01/simbol-tuhan-yang-maha-esa-dalam-umat.html' title=''/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQP0gJLMBI/AAAAAAAAACU/43FwUisdMIo/s72-c/Aum1.ico' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-1238696159776780431</id><published>2009-01-18T21:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T22:08:27.940-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hindu dalam gambar'/><title type='text'>Gambar Hindu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQWOLoLRrI/AAAAAAAAACc/FjNzZCAcJCU/s1600-h/Shrine.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQWOLoLRrI/AAAAAAAAACc/FjNzZCAcJCU/s400/Shrine.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292879894962456242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Pura atau Pelinggih yang aku sendiri gaktau dimana tempatnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Adakah dari teman-taman yang tau lokasinya"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-1238696159776780431?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/1238696159776780431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=1238696159776780431&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1238696159776780431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/1238696159776780431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/01/gambar-hindu.html' title='Gambar Hindu'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQWOLoLRrI/AAAAAAAAACc/FjNzZCAcJCU/s72-c/Shrine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-5640881942795185886</id><published>2009-01-18T21:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T21:19:32.228-08:00</updated><title type='text'>Lagu Bali</title><content type='html'>Jangan Pernah Beli kaset, CD , Atau DVD bajakan. kecuali g bokek...... he...he.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-5640881942795185886?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/5640881942795185886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=5640881942795185886&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/5640881942795185886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/5640881942795185886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/01/lagu-bali.html' title='Lagu Bali'/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2562942891039951578.post-2128785095677050617</id><published>2009-01-18T21:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T21:17:10.528-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQMsHqvmiI/AAAAAAAAACM/Aisi719P6fk/s1600-h/Img_Stp5.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQMsHqvmiI/AAAAAAAAACM/Aisi719P6fk/s400/Img_Stp5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292869414179281442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2562942891039951578-2128785095677050617?l=gusmang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gusmang.blogspot.com/feeds/2128785095677050617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2562942891039951578&amp;postID=2128785095677050617&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2128785095677050617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2562942891039951578/posts/default/2128785095677050617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gusmang.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title=''/><author><name>Bali_bagus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15902853102685170071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SWg2ugZLurI/AAAAAAAAABw/r2G2l38GptE/S220/Foto296.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1G-FtupO2xM/SXQMsHqvmiI/AAAAAAAAACM/Aisi719P6fk/s72-c/Img_Stp5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
